Jalan Plered Macet Total - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Plered Macet Total

Jalan Plered Macet Total

Written By Mang Raka on Kamis, 18 Agustus 2016 | 13.30.00

- Akibat Karnaval Kendaraan Hias

PLERED,RAKA - Kegiatan pawai karnaval menyambut HUT RI ke-71 yang di gelar Kecamatan Plered, Rabu (17/8), berlansung meriah. Para peserta, baik pemerintahan desa maupun intansi pendidikan, unjuk kebolehan memamerkan kendaraan hias. Kegiatan tersebut, mengakibatkan sepanjang ruas jalan Plered mengalami macet total.
Dari pantauan Radar Karawang, banyak pengendara baik dari arah Purwakarta menuju Cianjur begitupun sebaliknya, terpaksa berhenti menunggu pertujukan usai. Alhasil kemacetan panjangpun tidak terindahkan lagi. Petugas kepolisian yang berada di tempat terpaksa membuat jalur rekayasa guna mengurangi kemacetan panjang. "Dari arah Purwakarta kita siasati agar menuju Jalan Cibogo, karena sepanjang ruas jalan jalur Cirata dipenuhi para pejalan kaki," ujar petugas lantas Polsek Plered Briptu Budi.
Menurutnya, macetnya jalan disebabkan, selain adanya kegiatan pawai iring-iringan, banyak pengendara baik roda dua maupuan mobil, parkir disembarang tempat. "Untuk itu, kita himbau mereka agar tidak menyimpan kendaraan yang bukan pada tempatnya seperti bahu jalan," kata dia.
Sementara, salah satu pengguna jalan H. Unang (55) mengatakan, kemeriahan menyambut hari kemerdekaan merupakan wujud cinta tanah air. "Memang ini hajat tahunan masyarakat. Ya kita selaku pengendara memaklumi macet ini, karena tidak tiap hari. Lagian seru juga sambil liat-liat," ujarnya.
Menurut H. Unang, macetnya jalan tidak hanya terjadi di Jalan Plered saja. "Tetapi Jalan Sukatani yang notabene jalur provinsi juga macet, karena ada pawai iring-iringan masing-masing kecamatan," paparnya.
Tak hanya di Plered, kemeriahan HUT RI ke-71 juga terjadi di wilayah kota Purwakarta. Berbagai kendaraan hias dipamerkan dengan mengusung tema etnik Sunda seperti menyertakan aksesoris hihid (kipas bambu), boboko (bakul nasi dari bambu), tempat beas perelek hingga kentongan dan nampan dari bambu. Masyarakat Purwakarta pun tampak antusias mengikuti acara yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB tersebut. Salah seorang warga Purwakarta Ria Setiadi (28), mengaku sengaja membawa anaknya Princes (8) untuk melihat acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi itu. Dia menuturkan tema yang diusung tahun ini sangat berbeda dengan tema tahun lalu. “Tahun ini berbeda karena temanya harus bambu. Kalau tahun kemarin kan temanya tidak ditentukan dari panitia. Unik sih melihatnya. Kan seolah-olah kita melihat alat-alat dapur itu bergerak sendiri. Padahal sebenarnya kan mobil," kata Ria.
Sementara, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, saat ditemui usai membuka acara mengatakan, langkah festival dengan tema etnik sangat penting dilakukan, agar menjadi stimulus bagi industri kreatif supaya terus berkembang. Ia berujar industri kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek menjanjikan dalam rangka membangun ketahanan ekonomi masyarakat. “Gazebo dari bambu itu harganya mahal. Kerajinan dari bambu itu nilai ekonominya tinggi. Kenapa tema bambu begitu saya perhatikan? Ini kampanye kebudayaan. Jangan salah," kata Dedi.
Terlihat, kondisi gerbang menuju Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta dan Gerbang menuju Taman Sri Baduga pun kini sudah berhias dengan aneka aksesoris dari bambu. (gan/awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template