Ikut Haji, Sertifikasi Guru Dipotong 2 Bulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ikut Haji, Sertifikasi Guru Dipotong 2 Bulan

Ikut Haji, Sertifikasi Guru Dipotong 2 Bulan

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Agustus 2016 | 13.00.00

TEMPURAN, RAKA - Bagi para guru dan kepala sekolah, siap-siap tidak menikmati sertifikasi selama 2 bulan, khususnya bagi yang menjadi jemaah calon haji. Tidak hanya itu, meskipun gaji lancar, PNS di lingkungan juga dipastikan kehilangan Tunjangan Pegawai Pemerintah (TPP) selama masa cuti haji tersebut berlangsung.
Kasubag Kepegawaian UPTD PAUD/SD Lemahabang Sri Sudaryati mengatakan guru atau kepala sekolah maupun pengawas yang akan menunaikan ibadah haji siap-siap dipotong uang sertifikasinya. Perlakuan ini dianggap lumrah karena sudah berlaku pada tahun-tahun sebelumnya. Pemotongan ini pun dengan catatan, yakni harus mengajukan cuti dan lampiran tanggal pemberangkatan hajinya dari tanah air. Hanya saja, mengenai berapa bulan sertifikasi yang akan dipotong sementara, dirinya tidak memahami secara detail. Yang jelas, guru atau kepala sekolah yang akan melaksanakan ibadah haji harus izin cuti dan sertifikasinya dipotong sementara tidak aktif. "Iya sertifikasinya dipotong bagi yang jadi jemaah haji, tapi gak tahu berapa bulan," jelas dia.
Penilik UPTD PAUD/SD Telagasari, Suparsih S.pd mengatakan bukan saja pengawas, guru dan kepala sekolah. Dirinya yang menunaikan ibadah haji dua tahun ke belakang juga ada pemotongan sebulan, yaitu tunjangan daerah (Tunda) karena penilik itu tidak menerima sertifikasi lazimnya guru, kepala sekolah maupun pengawas. Kala itu juga, dirinya mengajukan cuti dengan lampiran lengkap ke BKD. "Kalau Penilik Tunjangan Daerahnya dipotong sebulan waktu saya ibadah haji mah," jelas dia.
Sementara itu, Kasie Kependudukan Kecamatan Lemahabang, Ade mengatakan bagi PNS di luar guru yang menunaikan ibadah haji, hanya TPP saja yang dicoret. Itupun terhitung masa cuti PNS tersebut selama berhaji yakni 40 hari. Karena, selama ibadah haji, otomatis PNS bersangkutan tidak mengisi absensi TPP di Fingerprint, dan jika sudah kembali lagi dan mengisi absensi di fingerprint lagi, PNS bersangkutan kembali mendapatkan TPP secara normal. "Kalau PNS biasa sih paling juga TPP yang hilang sementara kalau lagi hajian, lain-lain mah normal," katanya.
Pengawas UPTD PAUD/SD Kecamatan Tempuran Dadang Hermawan mengatakan lingkungan pendidikan seperti guru, kepala sekolah dan pengawas yang biasa menerima sertifikasi per Triwulan pasti bakal dihapus sementara selama 2 bulan bagi yang melaksanakan ibadah haji. Meskipun terhitung 40 hari di tanah suci, biasanya guru ataupun PNS lainnya mengajukan cuti haji hampir 2 bulan, karena persiapan seminggu jelang pemberangkatan dan seminggu setelah di tanah air.
Meski demikian, gaji pokok para guru, kepsek maupun pengawas masih berjalan biasa, kecuali sertfifikasi. Pegawai yang mengajukan cuti ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), calon jemaah haji ini harus melampirkan bukti kesahihan melaksanakan ibadah haji seperti, ONH, kopian dokumen dan lainnya. "Dua bulan di hapus, karena terhitung cuti, tapi kalau gaji pokok mah jalan terus," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. kalau uang sertifikasi guru yang naik haji di kembalikan ke negara kami guru mohon ada tanda bukti pengembalian,agar kami guru tidak berburuk sangka.tolong bagi yang berwenang.kamiyang menunaikan ibadah haji di kalbar membayar guru pengganti selama kami cuti menunai ibadah haji, dengan uang pribadi.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template