Ibu Hamil Tewas, Pembunuh Masih Berkeliaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ibu Hamil Tewas, Pembunuh Masih Berkeliaran

Ibu Hamil Tewas, Pembunuh Masih Berkeliaran

Written By Mang Raka on Jumat, 12 Agustus 2016 | 18.31.00

JATISARI, RAKA - Keinginan Yusnita menginap di rumah ibunya, Yanti (45) di Dusun Lembur Gede RT 01/02, Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, ternyata menuai bencana. Perempuan berusia 19 tahun yang sedang hamil 7 bulan itu, tewas mengenaskan saat ditinggal Yanti ke pasar malam, Rabu (10/8) malam.
Saat ditemukan pertama kali oleh Yanti, korban berada di kursi tengah rumah, dalam posisi terlentang dan mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan. Hingga kini polisi masih melacak siapa pelaku yang tega menghabisi korban.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, sedikitnya tujuh warga satu di antaranya Mustofa, suami korban diperiksa penyidik Polres Karawang. "Kami masih menyelidiki siapa pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Hairullah kepada wartawan, Kamis (11/8) kemarin.
Untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, kata Hairullah, pihaknya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi tak terkecuali  Yanti (45) ibu korban. Sebab, Yanti merupakan saksi yang pertama kali melihat korban tewas. "Suami korban dan anggota keluarga lainnya termasuk tetangganya, sudah kami mintai keterangan. Namun belum ada yang mengarah kepada pelaku," terang Hairullah.
Ahmad Sanusi (43) tetangga korban kepada wartawan mengatakan, dirinya mengetahui korban tewas setelah mendengar jeritan ibu korban  yang sangat keras, ketika melihat tubuh putrinya sudah terkapar di atas sofa. "Pas denger suara jeritan dari ibu korban, barulah saya beserta warga yang lain menuju rumah korban. Dan ternyata saat dilihat korban sudah meninggal. Dan tak lama kemudian warga pun melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian," kata Ahmad.
Beberapa menit kemudian, sejumlah petugas Kepolisian dari Polsek Jatisari dan Polres Karawang datang, dan langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban, dan memasang garis polisi. "Polisi langsung memeriksa ke dalam rumah korban dan memintai keterangan sejumlah warga, dan juga ibu korban yang saat itu terlihat dalam kondisi syok," katanya.
Usai melakukan olah TKP, kata Sanusi, petugas juga memeriksa sebuah kamar di rumah yang ditempati oleh seorang pria, yang diketahui berinisial ITG (40) kerabat korban. Pasalnya, ada sebagian saksi yang mencurigai ITG sebagai pelakunya. Dari dalam kamar tersebut, polisi menemukan sejumlah benda tajam seperti samurai, panah, golok, dan sebuah sarung golok yang tidak ada isinya. Apalagi, pascakejadian, lelaki paruh baya tersebut tidak berada di rumah dan kamarnya pun terkunci. "Warga disini emang menaruh curiga . Soalnya dia hilang pada waktu yang bersamaan dengan kejadian. Apalagi, tadi pas salat magrib dia ada dan terlihat mondar mandir," ucapnya.
Sanusi menambahkan, hubungan korban dengan ITG dalam beberapa bulan terakhir memang kurang harmonis. Namun Sanusi sama sekali tidak mengetahui apa yang menjadi pemicu hubungan mereka tidak harmonis. Kendati begitu, Sanusi mengaku sempat mendengarkan cekcok mulut antara korban dengan ITG. "Ya dulu saya sempat dengar, bahwa si Itang pernah mengawasi korban dengan bahasa seperti ada ancaman.  Apalagi, ITG punya kebiasaan buruk yang selalu bawa golok saat pergi kemana-mana," terangnya.(ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template