Humas Kemenag: Kami Belum Dapat Kabar Ada Jemaah Haji Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Humas Kemenag: Kami Belum Dapat Kabar Ada Jemaah Haji Karawang

Humas Kemenag: Kami Belum Dapat Kabar Ada Jemaah Haji Karawang

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 16.00.00

KARAWANG,RAKA - Kasus penahanan terhadap 177 jemaah haji asal Indonesia oleh Imigrasi Filipina pelabuhan udara di negara itu memicu keresahan warga Karawang yang merasa ada keluarganya yang melakukan ibadah haji. Karenanya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) diminta memastikan dari ratusan jemaah haji tersebut tidak ada jemaah haji asal Karawang.

Dikonfirmasi perihal itu, Humas Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, Asep Jaelani mengaku belum mendapatkan informasi yang  pasti terkait 177 warga calon jemaah haji Indonesia  yang ditahan Imigrasi Filipina itu ada yang berasal dari Kabupaten Karawang atau tidak. Kendati demikian Kemenag berjanji akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. "Kami belum mendapat khabar yang pasti meskipun  mendengar informasi sudah mendengar dari media jika mereka  berasal dari Pulau Jawa," kata Asep kepada wartawan , Selasa (23/8) kemarin.
Meskipun begitu, lanjut Asep, pihaknya berharap calon jemaah haji tersebut bukan dari Karawang. Bahkan, sambungnya, hingga ini Kemenag Karawang  masih berupaya untuk mencari informasi dari berbagai pihak sembari menunggu khabar yang pasti pihak KBRI Filipina."Mudah-mudahan, diantara calon jemaah yang ditahan pihak Imigrasi Filipina itu bukan dari Karawang," pintanya.
Dikatakannya,  kouta haji untuk Karawang pada Tahun 2016 kali ini mencapai 1729 orang dan semuanya terbagi ke dalam 6 kloter. Sebanyak 900 orang sudah diterbangkan dalam dua kloter  yakni kloter 12 dan 32  dalam dua pekan terakhir ini. "Jemaah haji kloter 12 malah  sudah berada di Mekah, sedangkan untuk kloter 32  baru sampai di Madinah," terangnya sembari menambahkan, hingga saat ini belum ada  calon haji yang membatalkan diri untuk ikut menunaikan  ibadah haji.
Seperti diinformasikan sebelumnya, sebanyak 177 orang calon haji Indonesia yang ditahan oleh Imigrasi Filipina karena menggunakan dokumen palsu. Kemungkinan besar adalah korban penipuan kelompok sindikat. Para calon jemaah haji Indonesia itu ditahan pada Jumat (19/8) di bandar udara Manila, Filipina, karena terbukti menggunakan paspor Filipina untuk berangkat naik haji dari negara tersebut. Mereka menggunakan dokumen paspor Filipina karena terbatasnya kuota haji Indonesia, sementara masih banyak kuota haji yang tersisa di Filipina.
Perlu dijelaskan penggunaan paspor negara lain - terutama Filipina, Thailand dan Vietnam - untuk menunaikan ibadah haji sudah sering dilakukan oleh WNI karena terbatasnya kuota ibadah haji. Diduga kuat praktek penggunaan paspor negara lain, terutama Filipina, Thailand dan Vietnam untuk menunaikan ibadah haji sudah sering dilakukan oleh WNI karena terbatasnya kuota ibadah haji. Ratusan jemaah haji asal Indonesia yang ditahan Imigrasi Filipina ini diyakini sebagai korban penipuan biro perjalanan. Berdasarkan informasi dari 177 calo haji WNI itu, 144 orang diantaranya telah memiliki data yang cocok dengan data Sistem Management Informasi Keimigrasian (SIMKIM). "Jadi dari 177 jemaah Haji WNI itu, 144 orang sudah cocok dengan data yang ada di SIMKIM, dan untuk yang lain sedang terus diverifikasi," kata dia. (ops)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template