Harga Varietas Terjun Bebas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Varietas Terjun Bebas

Harga Varietas Terjun Bebas

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 13.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA- Anjloknya sejumlah harga varietas padi seperti Ciherang dan Mekongga pada musim panen kemarin, tidak membuat harga varietas ketan tergerek jauh. Bahkan, disaat varietas umumnya dipatok harga pasar sekitar Rp 3,8-4,2 ribu perkilogramnya diakhir musim gadu, harga varietas ketan masih gagah diangka Rp 5-6,5 ribu per GKP. Namun, justru semakin hari, varietas pokok yang sering menjadi bahan baku olahan makanan itu merosot hingga dikisaran Rp 3,5 ribu perkilogramnya.
"Kalau musim panen dulu mah nyampe Rp 6,5 ribu, sengaja saya tanam ketan karena harganya masih selalu tinggi, eh sekarang sudah sampai Rp 3,5 ribu saja," tandas petani Cilamaya, Kurnaedi.
Dirinya tidak faham detail, apa penyebab anjloknya harga varietas ketan, apakah memang sudah banyak petani yang tanam ketan, atau memang pengaruh pasaran. Karena, dirinya sengaja tanam ketan lebih dari 1 hektar, justru dipatok harga menjadi rendah. "Entah pengaruh apa, kok bisa rendah begitu sama dengan varietas umumnya," ungkap dia.
Tokoh tani Rawagempol Wetan, D Suparta mengatakan memang seharusnya varietas ketan itu selalu bertengger diatas harga varietas lainnya. Jika melihat banyaknya yang tanam varietas ketan dewasa ini, diakui Suparta bisa menjadi hukum pasar berlaku, apalagi sehabis Idul Fitri. Namun setelahnya, varietas yang menjadi bahan pokok olahan makanan ini justru anjlok karena minimnya permintaan.
Selain itu, anomali iklim saat ini juga membuat para petani kelimpungan. Musim panen kemarin saja, hampir semua varietas produksinya cukup bagus karena bisa mencapai 5-7 Ton perhektarnya, namun karena pranata mangsa atau penghitungan siklus iklim yang sulit diprediksi membuat harganya merosot. Sebut saja saat matang susu terjadi rebah atau hujan basah, sehingga harga gabah rendah, perhitungannya pun banyak meleset. Untuk itu sebut Mantan Ketua Gapoktan Sri Gebang Jaya ini, pemerintah tidak boleh menyalahkan alam.
Karena, semuanya butuh kehati-hatian, sebab musim kering yang basah, atau musim basah tapi kering ini sangat mempengaruhi harga, kendati produksinya bagus. "Anomali iklim ini membuat kewalahan petani saat ini, walaupun siap produksi bagus, tapi soal harga anjlok seharian karena faktor alam," kata dia.
Kepala BP4K Karawang, Ir H Nachrowi M mengatakan, harga ketan dewasa ini diakuinya semakin anjlok. Itu diakibatkan karena pembelinya berkurang, sementara stok yang tersedia masih banyak. Maka dari itu perlu dipikirkan mengenai perluasan pasar. Untuk itu ia menyarankan kedepan sebaiknya varietas ketan itu diikat oleh Mou dengan pembeli diawal, tujuannya supaya tidak dipermainkan pembeli. "Biasa lagi lama para pembelinya gitu, ada baiknya varietas ketan ini diikat melalui MoU dengan pembeli diawal, supaya tidak dipermainkan para pembeli," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template