Hadang Truk Molen, LSM Diusir Warga Kedoya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hadang Truk Molen, LSM Diusir Warga Kedoya

Hadang Truk Molen, LSM Diusir Warga Kedoya

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 19.51.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Ada-ada saja ulah oknum LSM di Dusun Kedoya, Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin malam (22/8). Mereka nyaris diamuk massa karena menghadang truk pengangkut coran perbaikan jalan di desa tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, segerombolan oknum LSM itu menghadang truk coran di tengah jalan, menggunakan kendaraan yang mereka bawa. Dua unit truk yang akan menurunkan material coran tersebut, akhirnya tidak bisa bergerak karena ulah oknum LSM yang disebut-sebut memintai jatah kordinasi. Sejurus kemudian, aksi puluhan oknum LSM tersebut menyulut kemarahan masyarakat setempat, hingga meletup cek-cok di dusun yang santer dengan lokalisasi tersebut.
Anggota Linmas Tegalsari, Alex mengatakan, jalanan coran sangat dinantikan masyarakat Dusun Kedoya, karena lama jalanan tersebut jarang tersentuh pembangunan. Kebetulan, tahun ini kabarnya Dinas Ciptakarya membangun akses jalan dengan lebar 3 meter, dan panjang 250 meter itu bakal direalisasikan. Sayangnya, belum jalanan dicor, letupan insiden mewarnai proses pembangunan. Musababnya, ada sekitar 20 anggota LSM yang diduga memintai jatah kordinasi dengan cara menghadang 2 unit mobil coran. "Masyarakat langsung tersulut emosinya, hingga mengancam menggulingkan kendaraan oknum LSM yang dipalang di bahu jalan," tuturnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, meski mobilnya kosong, namun para oknum LSM ini berada jauh di belakang mobil coran ini. Bahkan sesekali terlihat mabuk. Akhirnya, warga yang marah langsung mendatangi kendaraan LSM tersebut, dan terlibat aksi cek-cok dan nyaris bentrok. Beruntung ada aparat kepolisian dari Polsek Cilamaya bersiaga. "Jelas warga emosi. Minta jatah kok dengan cara-cara seperti itu," ungkapnya.
Lebih jauh Alex menambahkan, terusir di Kedoya, oknum LSM justru menghadang truk coran berikutnya di lokasi lain, yaitu di pertigaan lampu merah Karasak. Beruntung, aparat kepolisian berhasil mengurai hal ini. Jika tidak, mungkin bentrok warga dengan oknum LSM tidak terhindarkan. "Kalau gak ada polisi mah, mungkin bisa saja bentrok. Warga berhamburan keluar siap-siap, sekarang saja coran dijaga sama warga saja," pungkasnya.
Senada diungkapkan Cecep, Kaur Trantib Desa Tegalsari, warga tersulut emosi saat oknum LSM dengan cara culasnya menghadang mobil coran. Urusan memintai jatah kordinasi, kata Cecep, berurusan dengan pihak pemborong atau rekanan. Bukan dengan cara menghadang mobil coran seperti itu. "Kalau menghadang mobil, maka sama saja menghambat pembangunan jalan. Bagaimana masyarakat mau nerima?" pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. dengan pemborong/ rekanan sama penghambat pembangunan baiknya pemborong lapor kepada kepolisian untuk mengawasi jalanya pembangunan.dan siapapun lsm nya yg meminta minta tanpa ketentuan pecat langsung lsm tersebut

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template