Eksekusi Tanah Bengkok di Cilamaya Dijaga Ratusan Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Eksekusi Tanah Bengkok di Cilamaya Dijaga Ratusan Polisi

Eksekusi Tanah Bengkok di Cilamaya Dijaga Ratusan Polisi

Written By Mang Raka on Sabtu, 13 Agustus 2016 | 15.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Konflik sengketa sawah bengkok antara Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan dengan Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, yang berawal dari SK tentang penetapan pembagian tanah bengkok Desa Sukakerta dan Sukajaya, yang dikeluarkan Cellica Nurrachadiana bulan Desember 2015, yang saat itu masih menjabat pelaksana tugas (Plt) bupati, akhirnya selesai.
Meski tanpa kehadiran Kades Sukakerta Buchori, eksekusi pelaksanaan SK Bupati Nomor 593/Kep.699-Huk/2015 tentang pembagian sawah bengkok dua desa itu berjalan lancar.
Pantauan Radar Karawang di lapangan, eksekusi sawah di Dusun Tengkolak sempat alot. Ratusan pasukan Dalmas Polres dan Satpol PP Karawang diturunkan. Camat Cilamaya Kulon Dida Rayendra Safirman mengatakan, kedua belah pihak sudah menandatangani berita acara pernyataan pelaksanaan SK bupati, yang turun 23 Desember 2015 tentang Pembagian Tanah Bengkok. Meski tanpa kehadiran Kades Buchori, eksekusi tetap dilaksanakan yang disaksikan dan ditandatangani oleh perwakilan desanya. "Sebagaimana amanah SK bupati, bahwa bagian sawah bengkok Sukakerta adalah 4,9 hektare dan Sukajaya 3,1 hektare," ujar Dida kepada Radar Karawang, Jumat (12/8) kemarin.
Kedua belah pihak diharapkannya bisa menerima, dan tidak lagi ada persoalan maupun rekonsiliasi ulang setelah berita acara tersebut ditandatangani.  "Walaupun Kades Sukakerta tidak hadir, tapi perwakilannya dari pegawai desa sudah menandatangani kesepakatan yang tertuang dalam berita acara ini. Setelah ini selesai, sudah tidak ada lagi permasalahan," ungkapnya.
Senada diungkapkan Camat Cilamaya Wetan Drs H Hamdani. Pematokan sawah bengkok ini adalah semata-mata menjalankan SK bupati yang sudah dikeluarkan, atas pembagian hak dua desa yang dimekarkan ini. Selain sudah berdialog dengan Wakapolres Karawang yang ikut hadir menengahi, juga dilakukan pengukuran sawah yang berlokasi di Dusun Tengkolak sebagaimana amanah SK. "Untuk sementara diukur sendiri oleh kedua desa bersangkutan," tandasnya.
Ia melanjutkan, nanti keduanya sepakat akan diukur langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk kemudian disertifikatkan. Setelah ini sebut camat, siapapun yang masih bergejolak dan tidak menerima, dianggap melanggar. Karena kedua-duanya sudah tandatangan bersama. Disinggung eksekusi sawah dengan melibatkan ratusan personel kepolisian dan Satpol PP Karawang, Hamdani mengaku itu atas sarannya demi menjaga kondusifitas di lapangan. "Saya yang undang kepolisian dan Pol PP, demi mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Kapolsek Cilamaya Kompol Dadang Gunawan mengatakan, kedua belah pihak sudah menyepakati yang dibubuhkan lewat berita acara yang ditandatangi semuanya. Jika kedepan masih saja ada hal-hal yang tidak diinginkan, sebut Dadang, berarti sudah melanggar apa yang sudah disepakati dalam berita acara ini. "Wakapolres Kompol Eko Pristyo memberikan arahan agar kondusifitas, setelah turun lapangan dari kedua belah pihak, tidak lagi menimbulkan gejolak-gejolak baru," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template