Dukung Kenaikan Harga Rokok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dukung Kenaikan Harga Rokok

Dukung Kenaikan Harga Rokok

Written By Mang Raka on Senin, 22 Agustus 2016 | 16.00.00

-Selamatkan Banyak Remaja dari Bahaya

RENGASDENGKLOK, RAKA - Bahaya dampak rokok yang merugikan kesehatan terhadap masyarakat akhirnya mendapat sambutan dari pemerintah. wacana naiknya harga rokok membuat sejumlah praktisi kesehatan lantang mengutarakan kesetujuan mereka pada wacana tersebut. Sebab bahaya rokok tidak hanya dirasakan oleh si perokok, melainkan yang berada di sekitar pun bisa mendapat efek dari rokok tersebut.
Seperti diungkapkan Mutiara Herawati praktisi kesehatan Karawang yang menurutnya, jika bicara rokok dan gaya hidup sehat saat ini bagai mengurai benang kusut yang membuat kita enggan untuk melakukannya. "Karena begitu kompleks dan pasti akan menghabiskan waktu. Apalagi di Indonesia, rokok sudah menjadi hal yang biasa dan ada dimana-mana. Kehidupan kita seakan di kepung oleh produk rokok. Pada billboard raksasa, iklan rokok terpampang jelas di pinggir jalan, koran, televisi, pameran, acara-acara besar seperti konser musik atau bahkan saat pertandingan olahraga," kata dia.
Sebagai upaya kongkret untuk menciptakan lingkungan yang sehat, sosialisasi anti rokok dari lingkup yang paling kecil mutlak diperlukan. "Sulit mengkampanyekan program sehat tanpa rokok untuk berhenti merokok, hanya untuk menciptakan suatu lingkungan yang sehat harus juga disosialisasikan bahaya merokok kepada masyarakat di lingkup kecil, yakni di desa," ucapnya.
Meskipun peringatan bahaya merokok dicantumkan pada kemasan bungkus rokok, hal itu sama sekali tidak mempengaruhi minat para perokok untuk mencadunya. "Karena itulah dengan sosialisai anti rokok, bisa menjelaskan bahaya merokok bagi tubuh manusia, agar bisa dimengerti oleh masyarakat, yang sering mengkonsumsi rokok," paparnya.
Dikatakanya, ada banyak cara untuk memulai hidup sehat tanpa merokok, yang menjadi persoalan paling dasar yakni sejauh mana seorang untuk berminat meninggalkan kebiasaan buruk untuk merokok. karena menurut dia, ketika dalam suatu lingkungan atau rumah tangga ada yang sering mengkonsumsi rokok, itu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi orang-orang yang ada di sekitar si perokok yang sering menjadi korban si perokok. "Asap yang dihasilkan oleh para perokok aktif akan di hirup oleh para perokok pasif. bagi sebagian orang, efeknya akan langsung dirasakan berupa sesak nafas dan batuk-batuk saat menghirup asap rokok secara langsung," jelas Tia.
Komponen-komponen penyusun sebuah rokok, yang terdiri dari bahan-bahan bahaya seperti nikotin dan aneka unsur kimia yang menjadi komponen penyusun utama sebatang merokok bisa menyebabkan penyakit-penyakit seperti jantung, impotensi, kanker, paru-paru, kemungkinan mengalami mutasi pada anak dan sebagainya.
Sementara itu, Ilham Basit, aktivis asal Cikampek mengatakan, wacana menaikkan harga rokok hingga Rp 50 ribu per bungkus yang kini mencuat patut didukung masyarakat. Pihaknya juga mengaku prihatin, kalangan remaja semakin banyak yang merokok. "Untuk  mengurangi jumlah perokok. Apalagi saat ini kalangan perokok remaja jumlahnya terus meningkat," katanya. Karena itu, meningkatnya perokok remaja harus dihambat. Salah satu caranya dengan menaikkan harga rokok hingga tak terjangkau uang saku mereka. Apalagi, terang Ilham, selama ini peringatan merokok membahayakan kesehatan ternyata tidak mempan. Buktinya masih banyak orang dan remaja yang membeli rokok. "Mungkin dengan menaikkan harga rokok berkali lipat diharapkan bisa menekan kenaikan jumlah perokok. Mungkin ini solusinya," ujarnya. (fah)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template