Dinkes Persempit Penyebaran HIV - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinkes Persempit Penyebaran HIV

Dinkes Persempit Penyebaran HIV

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.50.00

*Ciampel dan Klari Diamankan dari Ancaman HIV Asal Purwasari

CIAMPEL, RAKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS, di Aula PGRI, Kecamatan Ciampel, kemarin. Bahaya penularan penyakit tersebut sudah mengintai Kecamatan Ciampel.

Sosialisasi penyakit yang disebabkan hubungan seks dan penyalahgunaan narkoba ini merupakan upaya penanganan untuk menangkal penyakit mengerikan tersebut. Dan itu dilakukan dengan menggalakkan sosialisasi pencegahan, agar penyakit itu tidak melebar ke wilayah lain. Programer HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Asep Suganda, mengatakan, masyarakat Kecamatan Purwasari sejak tahun 2015 sudah ada beberapa orang yang meninggal.
Masyarakat Purwasari yang terkena virus HIV AIDS mayoritas berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), mengingat Kecamatan Purwasari memiliki tempat lokalisasi di Desa Darawolong. Maka itu, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan ke setiap kecamatan khususnya di Kecamatan Ciampel ini, merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadinya penyebaran HIV AIDS masuk kewilayah ini.
"Yang paling tinggi korban dari HIV/AIDS ada di Purwasari, lalu Klari dan Ciampel. Dari rata-rata korban positif HIV/AIDS berprofesi sebagai PSK di wilayah tempat tinggalnya. Makanya, agar tidak terus bertambah sosialisasi pencegahan virus itupun kami lakukan,” ujar Asep Suganda kepada RAKA, usai sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS.
Selain itu, sambung dia, Dinkes Karawang belum dapat memastikan jumlah orang yang menghidap HIV AIDS, sehingga belum dapat dipublikasikan secara detail. Dirinya beralasan untuk menjaga privasi para penghidap HIV, yang butuh kenyamanan agar masyarakat sekitarnya tidak mengucilkan pengidap penyakit tersebut. "Pada tahun 2015 sudah ada dua warga yang positif karena virus HIV/AIDS di Purwasari, belum yang tertularnya. Kalau Klari dan Ciampel masih terbilang standar dengan jumlah yang baru diketahui sebanyak satu warga," ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut dia,  Dinkes Karawang akan melakukan kerjasama dengan pihak puskesmas, untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut. Virus HIV AIDS sulit untuk dideteksi dikarenakan gejala yang timbul tidak nampak saat penderita terinfeksi. Efeknya dapat diketahui dengan jangka waktu yang tidak bisa diprediksi. Pihak dinkes menghimbau kepada masyarakat,  dengan tidak mendekati yang  beresiko seperti PSK, pengguna narkoba jenis jarum suntik. "Dinkes Karawang sudah menyiapkan sebanyak 16 puskesmas untuk melayani penderita penyakit menular tersebut. Kita himbau juga karena seks bebas itu sangat beresiko, bisa lewat darah dan sperma," pungkasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template