Derita Ratih yang Tidak Berkesudahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Derita Ratih yang Tidak Berkesudahan

Derita Ratih yang Tidak Berkesudahan

Written By Mang Raka on Senin, 22 Agustus 2016 | 18.57.00

Perut Semakin Membesar, Terasa Ditusuk Puluhan Jarum

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Terlahir di keluarga miskin, Ratih Purwasih (30) sudah yatim piatu sebelum bersuami. Mengecap kebahagiaan sesaat, ibu rumah tangga itu kembali disapa derita. Perutnya terus membengkak, divonis suspect tumor ganas ovarium.
Menjadi peserta program 'Karawang Sehat' juga tidak membuatnya bisa segera lepas dari penyakit, yang menderanya sejak tahun 2011. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang menjadi harapannya, berlaku begitu kejam. Ratih yang kini tinggal bersama suami dan mertuanya di Dusun Sentul 1 RT 03/01, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, dipaksa untuk menunggu operasi hingga tahun depan. Alasan rumah sakit plat merah itu klasik. Antrean pasien yang harus dioperasi mengular hingga ribuan orang!
Kini, hanya keajaiban yang ditunggu Ratih. Meski setiap hari perut sebesar galon air mineral itu terasa perih. "Sakitnya kayak ditusuk puluhan jarum di perut. Sehari bisa 2-3 kali dirasa," ungkap Ratih kepada Radar Karawang.
Dirinya hanya bisa merintih kesakitan setiap hari, makan dan aktivitas sebagai ibu rumah tangga juga tidak semaksimal ibu lainnya. Sebab, bukan saja memikirkan penyakitnya yang entah kapan bisa sembuh, Ratih yang sudah tidak memiliki orangtua dan sanak saudara ini, juga memikirkan rumah berdinding bilik bambu dan berkaca kawat, yang sampai saat ini masih berstatus lahan orang. "Makan dan minum juga sulit. Cepat kenyang, padahal baru makan beberapa suap," ujarnya.
Kades Pulojaya Solehudin mengatakan, Ratih sebenarnya warga Kecamatan Batujaya, yang sudah tidak memiliki bapak dan ibu. Saat menikah sebut Soleh, Ratih hanya memiliki bapak angkat yang saat ini juga sudah meninggal. Saat ini dia serumah dengan suami dan ibu mertuanya di lahan kebun milik orang. Meski demikian, selain mengurus pengobatan Ratih yang diharapkannya bisa cepat dibantu ke rumah sakit swasta, pemerintah desa juga mengupayakan keluarga Ratih masuk program rutilahu tahun depan.
Suami Ratih, kata Soleh, hanya sebatas kuli panggul beras yang menghidupi istri dan ibunya saja. Berangkat dari segudang keprihatinan itulah, dirinya rela ngencleng sebelum membawa Ratih ke RSHS Bandung.
Solehudin yang juga menjabat Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Lemahabang, berencana bersama camat menghadap bupati untuk mencari solusi, agar Ratih bisa segera dioperasi secepatnya. "Saat pulang di RSHS, saya yakinkan Ratih agar sabar dan tabah dulu. Biar saya terus mengurus penyembuhannya ini sekemampuan kami," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template