Dedi-Mulyadi Dipalak di GOR Panatayudha - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dedi-Mulyadi Dipalak di GOR Panatayudha

Dedi-Mulyadi Dipalak di GOR Panatayudha

Written By ayah satria on Senin, 01 Agustus 2016 | 18.00.00

KARAWANG, RAKA - Kawanan penjahat dengan tangan menghunus pisau lipat kembali beraksi di lingkungan Gedung Olahraga (GOR) Panatayudha, Minggu (31/7) dini hari. Korban dipepet lalu ditodong pisau sambil diancam akan dilukai jika melawan, sebelum kemudian merampas ponsel.
Korban masing-masing Mulyadi (17) dan Dedi (17), keduanya warga Kecamatan Telukjambe Timur, hanya bisa pasrah ketika empat kawanan begal yang membawa senjata tajam merampas hape miliknya dalam peristiwa tersebut. "Awalnya saya tidak tahu kalau empat orang pria yang nongkrong di dekat saya itu adalah kawanan penjahat, karena sebelumnya sempat pinjem korek api. Tapi tidak lama setelah itu yang memakai sweater yang ada kupluknya menyamperin saya dan duduk mendempeti saya sambil menodongkan pisau lipat, terus minta uang. Karena saya tidak punya uang dia minta ponsel saya, " kata  Mulyadi.
Saat aksi begal itu terjadi, dirinya tidak sendiri melainkan bersama Dedi temannya. Selain merampas hape, para pelaku juga merampas kedua helm mereka. Bahkan, pelaku juga mengancam akan melukai keduanya jika melawan. "Helm kami juga dirampas. Pelaku juga mengancam akan melukai jika melawan," ucapnya.
Mulyadi hanya mengingat salah satu ciri-ciri dari ke empat pelaku begal itu, satu  diantaranya terdapat tulisan MON pada jari tangannya. "Karena tempat saya di begal kondisinya  gelap jadi pelaku yang saya ingat hanya pelaku yang ada tato di lengannya saja, yang lainnya tidak tahu, " katanya.
Kemudian karena penasaran, terhadap empat orang pelaku yang menodongnya bersama teman-temannya yang lain berjumlah 8 orang mulai dari pukul 02.00 WIB dinihari hingga pukul 08.00 WIB pagi terus berusaha mencari tahu siapa kawanan begal tersebut. "Sampai saat ini kami masih terus mencari mereka (begal) itu. Bahkan, teman-teman yang biasa nongkrong disini juga ikut nyari," tandasnya.
Perlu disampaikan, aksi kejahatan di lingkungan GOR Panatayuda memang rawan kejahatan. Aksi penodongan dan perampasan dengan modus pepet dan todong sudah sering kali berlangsung. Bahkan korbannyapun sudah belasan jumlahnya. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah karawang sebagai pengelola gedung itu sama sekali tidak mau tahu. Padahal permintaan warga agar sekitar lokasi ditertibkan sudah sering kali dilontarkan. Termasuk menugaskan secara permanen petugas Satpol PP dilingkungan tempat olah raga tersebut.
Berdasarkan data RAKA, setelah korban-korban sebelumnya, korban penodongan terakhir adalah Erwin (16) dan Frida (15). Keduanya warga Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat. Mereka juga menjadi korban penodongan kawanan penjahat dilingkungan GOR Panatayuda, pada April lalu. Mereka menjadi korban penodongan empat pria berkendaraan motor jenis matic dan membawa 2 ponsel dan helm milik kedua korban.
Korban yang sempat mengenali ciri-ciri pelaku mengatakan, pelakunya diketahui masih berusia remaja, jumlah empat orang dan mengendarai motor jenis matic yang sudah di modifikasi. Hanya saja ada dua pelaku yang diketahui mempunyai tato di bagian lengan dan menggunakan switer warna hitam bergambar tengkorak.
Berdasarkan pantauan, kondisi GOR Panatayudha saat ini, selain minim fasilitas umum terkait sarana bermain dan olah raga sekitar lokasi juga terlihat kumuh seperti tidak dirawat. Padahal Gor ini memiliki fungsi yang penting sebagai pusat kegiatan olah raga. (ops)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Ironis memang ,..letak gor yg di tengah kota,..malah sarang begal(penjahat perampok) serta kumuhnya lingkungan di sekitar gor tsb,..padahal gor tsb dekat dengan kantor pemerintahan,..(kantor bupati)

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template