Cuaca Ekstrem, Rajungan Melimpah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cuaca Ekstrem, Rajungan Melimpah

Cuaca Ekstrem, Rajungan Melimpah

Written By ayah satria on Senin, 01 Agustus 2016 | 18.02.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Angin timur yang menyeret gelombang pasang hingga 2-3 meter, ternyata tidak membuat nelayan Pasirputih berhenti melakukan aktivitas melaut.
Pasalnya, meskipun ada imbauan untuk berhenti melaut sementara karena situasi gelombang pasang, namun saat itulah rajungan yang selama ini mereka cari melimpah ruah di tengah laut.
Kata Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasirputih Waryono, kondisi alam memang sedang tidak bersahabat dengan nelayan. Bahkan, informasi mengenai gelombang pasang yang mencapai 2-3 meter sudah diteriman dari pemerintah. Nelayan diminta menghentikan sementara aktivitas melaut hingga cuaca kembali aman.
Pada bulan Juli-September, memang cuaca di lautan cukup ekstrem. Akan halangan tersebut tak menciutkan nyali nelayan untuk menerjang gelombang. Buktinya, aktivitas TPI tetap berjalan normal dan nelayan juga melaut seperti biasa. Tingginya volume rajungan menjadi alasan utama nelayan tetap melaut meskipun badai menghadang. "Gelombang tinggi tidak terbantahkan, tapi disini nelayan terus melaut, karena kondisi rajungan di musim seperti ini volumenya cukup banyak," kata dia.
Waryono menambahkan, hasil tangkapan yang bagus ditambah belum adanya laporan kecelakaan laut membuat nelayan pede beraktivitas.
Bahkan, ditengah gelombang saat ini pun, nelayan sanggup membawa pulang rajungan 1 ton per 1 perahu. Sementara nelayan dengan jaring rajungan ketika glombang tinggi justru ada kenaikan dari biasanya 1 orang bisa 4 kilogram, saat ini  bisa 7 sampai 10 kilogram.
Makanya, kata dia, kecemasan gelombang laut yang mengancam Nelayan pasirputih sejauh bisa dikendalikan. Meskipun kondisi cuaca masih cukup ekstrim. Pria ini memastikan pemasukan retribusi ke TPI pun masih normal. "Imbauan sih ada melalui email, tapi walau laut bergelombang, nelayan itu enggan kehilangan momen, apalagi paceklik lebih lama," jelas dia.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang, Hendro Subroto tidak memberikan balasan sampai berita ini ditulis.
Sementara Kasatpol Air Polres Karawang, AKP Sitorus mengatakan, imbauan untuk menghentikan aktivitas melaut sudah disampaikannya ke nelayan pesisir terutama di Ciparagejaya. Gelombang nelayan setinggi 2-3 meter itu masih menjadi ancaman bagi nelayan untuk beraktivitas. "Imbauan sudah kita lakukan, karena gelombang pasang ini masih akan terjadi 2-3 hari kedepan," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template