Celebes dan ALS Masih Saling Klaim - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Celebes dan ALS Masih Saling Klaim

Celebes dan ALS Masih Saling Klaim

Written By Mang Raka on Selasa, 09 Agustus 2016 | 12.30.00

-Status Pasar Cikampek 1 tak Jelas

CIKAMPEK, RAKA - Kondisi Pasar Cikampek 1 belum bisa memberikan kenyamanan kepada para pedagang. Pasalnya, masih terdapat dua perusahaan yang saling klaim sebagai pengelola, dan memiliki kewenangan atas SHGB. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Celebes Natural Propertindo (CNP) dan Aditya Laksana Sejahtera.
General Manager PT Celebes, Dadang Heru, menegaskan bahwa pengelolaan Pasar Cikampek 1 hanya satu yaitu PT Celebes Natural Propertindo. Jika ada perusahaan lain yang mengklaim sebagai pengelola Pasar Cikampek 1, perlu dipertanyakan keabsahannya. "Kami mempekenalkan kembali, bahwa Celebes selaku pengelola jadi tidak ada yang lain. Memang pengelola satu-satunya," tegas Dadang kepada Radar Karawang, belum lama ini.
Dia mengaku akan terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang maupun konsumen. Salah satu langkahnya adalah dengan mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Disinggung mengenai PT ALS, dia menegaskan, sudah ada proses penyerahan secara sah dari pemda ke PT Celebes, dan sebelumnya pengelolaan diambil alih oleh pemda. "Inikan proyek pemerintah, yang diserahkan ke pemda dari ALS. Dan kami (Celebes) pemenang lelang sebagai pengelola," ujarnya.
Ia melanjutkan, pengakuan ALS masih punya 200 kios, kata Dadang, aset tersebut sudah diserahkan ke pemda dan akan disita. Dia juga menyampaikan, mengenai SHGB, secara induknya dikeluarkan oleh pemda, kemudian akan dikeluarkan atas nama pedagang melalui pengelola, yaitu PT Celebes Natural Propertindo. "Jadi ALS tidak punya apa-apa. Kalaupun ada, dasar hukumnya silahkan tunjukan. Dan silahkan datang ke pemda ke kantor bupati," ujarnya.
Sementara Direktur Utama PT ALS, Drg Henny Haddade, menegaskan proses takeoffer dari pemda ke Celebes tidak sesuai prosedural. Bahkan dia merasa geram kepada Pemkab karawang yang dinilai telah melakukan tindakan secara sepihak. "Jadi sisa kios pasar Pemda Cikampek 1 mau dibeli sama Pemkab Karawang dengan harga Rp 18,835 miliar. Pemkab saat ini baru bayar 6 miliar, itupun yang diterima PT ALS hanya 1,8 miliar saja," jelas Henny.
Alasan pemkab, tambah Henny, pemotongan secara langsung dengan tanpa memberikan dulu ke pihaknya, yaitu untuk retribusi Rp 2 miliar, utang Hariawan Rp 300 juta dan utang dirinya ke BCA sebesar Rp 1,9 miliar. Padahal utangnya ke BCA hanya Rp 1,3 miliar. "Jadi ini pemda sudah salah prosedur. Sudah mencampuri urusan internal perusahaan," tegasnya.
Melihat itu, pedagang dibuat bingung. Karena dikabarkan Celebes sebagai pengelola Pasar Cikampek 1 secara penuh. Padahal, hanya beberapa saja yang dikelola oleh Celebes. "Disini celebes hanya mengelola sebagian kecil, yang kami serahkan. Yaitu dak lantai 3, dengan pengelolaan retribusi karcis, keamanan, kebersihan dan sampah," ujarnya.
Bahkan, tambah Henny, untuk urusan listrik saja, Celebes tidak berwenang untuk mengelola. Karena menurut Henny, pihaknya yang membangun Pasar Cikampek 1 termasuk urusan air. Termasuk aset lantai 1 dan 2. "Tapi konon ceritanya pemda menyerahkan ke Celebes. Itu urusan pemda," tegasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template