Buruh Tani Keroyokan Panen di Dawuan Tengah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Buruh Tani Keroyokan Panen di Dawuan Tengah

Buruh Tani Keroyokan Panen di Dawuan Tengah

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 15.00.00

CIKAMPEK, RAK - Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3k) bersama Kelompok Tani Mekar Tani, Desa Dawuan Tengah, melakukan gerakan Panen Beregu, Inpari 32 HDB Cikampek. Hal itu disampaikan Plt Kepala BP3K Cikampek H. Jamsar.
"Panen beregu merupakan salah satu keberhasilan penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT), yang diterapkan di Kecamatan Cikampek untuk mengatasi berkurangnya buruh tani panen," ujar Jamsar, Selasa (30/8).
Dia menyampaikan, sistem panen beregu langsung dirontog lebih cepat dibandingkan dengan perorangan, atau sistem ceblok yang memakan waktu 3 hingga 5 hari. Panen beregu 1 hektare dilakukan oleh 25 sampai 30 orang dengan upah panen Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per ton. "Yang tadinya kerja dua hari menjadi satu hari. Bahkan pukul 14.00 juga sudah selesai," ujarnya.
Hasil panen untuk 1 hektare sendiri sebanyak 7,6 ton gabah kering panen (GKP). Untuk dosis urea 225 kg, Phonska 225 kg, SP-36 50 kg Plus ZPT/PPC dan lain-lain. Untuk harga jual gabah  Rp 4.400 per kg GKP ke tengkulak melalui jasa calo. "Kami mohon bapak TNI/POLRI dalam pengawalan dan pemasaran hasil panen upsus pajale (upaya khusus padi jagung kedele) paktani," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, luas lahan sawah yang ditanam di Cikampek seluas 593 ha, sedangkan yang sudah panen baru 46 persen kurang lebih seluas 273 ha. Dengan jumlah rata-rata produksi sebanyak 7,5 ton per hektare Adapun rinciannya adalah yang ditanam varietas Sintanur/PW seluas 20 ha dengan harga jual Rp 5.500/kg, grendel (ketan) seluas 7 ha dengan harga jual Rp 3.300/kg, IR seluas 536 ha harga jualnya Rp 4.400/kg, dan varietas lainnya seluas 57 ha dengan rata-rata harga jualnya Rp 4.300/kg. "Yang belum selesai panen sawah di Desa Dawuan Barat, Dawuan Tengah, Dawuan Timur dan Cikampek Selatan. Perkiraan sampai pertengahan September 100 persen sudah panen," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat bersama petani, poktan, jasa traktor, KTNA, dan Pemerintah Kecamatan Cikampek pada sarasehan KTNA tingkat Kecamatan Cikampek yang digelar pada tanggal 11 Agustus lalu. Musim tanam dilakukan pada bulan Oktober 2016 sampai Maret 2017, berasuransi pertanian/AUTP. "Bulan Oktober pengolahan tanah-semai-tanam bulan November, dan panen bulan Februari sampai Maret 2017, dengan target produksi 8 ton/ ha GKP," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template