Bupati Diminta Kembali ke RDB - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bupati Diminta Kembali ke RDB

Bupati Diminta Kembali ke RDB

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.52.00

KARAWANG,RAKA - Dikosongkannya Rumah Dinas Bupati (RDB) oleh Cellica Nurrachadiana dan memilih menempati rumah dinas wakil bupati menjadi keniscayaan atas ketidakpedulian terhadap aset pemerintah.

Ketua Komisi C, Elivia saat dihubungi Radar Karawang, kemarin, mengatakan kalau rumah dinas bupati (RDB) sudah jelas peruntukannya. "Harus didudukan sesuai peruntukannya. Jangan sampai`mubajir, mengalir anggaran perawatan tapi peruntukan rumah dinas bupati sendiri tidak digunakan," kata Elivia.
Elivia mempertegas pernyataan kalau rumah dinas bupati untuk bupati dan rumah dinas wakil bupati untuk wakil bupati demikian sekretaris daerah menempati rumah dinasnya sendiri. Salah seorang pengurus Rumah Dinas Bupati (RDB) yang berhasil dimintai tanggapan, tetapi enggan namanya disebutkan, mengatakan kalau RDB sudah lama dikosongkan, paling saat ini hanya dilakukan pengecatan. "Penghuninya kosong (rumah dinas), kang, hanya sedang ada pengecatan," katanya.
Ditambahkannya, untuk tamu paling kalau siang suka ada rombongan kalau tidak dari PNS biasanya suka ada orang yang datang. Namun memang hanya untuk menumpang ngadem saja. "Memang suka ada yang datang kalau siang hari, tapi itu juga hanya untuk numpang ngadem saja sepertinya," terang tukang yang biasa mengurus RDB itu.
Sementara asumsi buruk yang ditanyakan RAKA terhadap RDB yang dibiarkan kosong, ia hanya mengatakan, jangankan rumah segede RDB yang rumah biasa saja kalau terlalu lama dibiarkan kosong akan meninggalkan kesan negatif.  "Namanya rumah kalau ditempati pasti beda rasanya dengan kalau dibiarkan kosong," tegasnya.
Perhatian terhadap dikosongkannya RDB ini juga meluncurkan dari warga Karawang. Seperti diungkap Toni, jika memang bupati tidak mau menempati RDB, dengan berbagai alasan, harus ada solusi yang jelas dengan tidak membiarkan RDB tanpa penghuni dan tidak terurus. "Ada kabar mau dijadikan pendopo, ya harus jelas juga, bila perlu berguru sama Purwakarta yang sudah sukses menempatkan dan menata aset pemerintahnya, termasuk pembuatan pendopo," kata Toni.
Karena jika tidak ada konsep jelas, banyak aset pemerintah termasuk bangunan yang hingga sekarang terbengkalai. Contoh rumah susun untuk masyarakat kecil, hingga sekarang tidak jelas. Belum bangunan lain yang nasibnya juga tidak jelas, jangan sampai RDB ini juga bernasib sama. "Harus punya empati terhadap aset pemerintah karena bagaimanapun, yang digunakan untuk pembangunan dan perawatan uang rakyat juga," ujarnya.(dri)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Mungkin niat bupati untuk mereduksi anggaran biaya listrik dll.itu bagus... kalau tinggal dirumah sendiri bisa bercegkrama dengan keluarga dan bisa santai..tidak terkesan kaku seperti di RDB.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template