Bubarkan Padepokan Sangga Buana Putra - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bubarkan Padepokan Sangga Buana Putra

Bubarkan Padepokan Sangga Buana Putra

Written By Mang Raka on Jumat, 05 Agustus 2016 | 12.00.00

TEGALWARU, RAKA - Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat, kemarin (4/8), membanjiri halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalwaru. Mereka mendesak agar padepokan Syek Sangga Buana Putra yang diduga mengajarkan aliran sesat dibubarkan.

Pantauan RAKA Kamis (4/8), warga dari berbagai desa secara berkelompok berkumpul di dalam dan luar halaman KUA Tegalwaru. Mereka datang secara bergelombang mengendarai kendaraan bermotor. Sebagian ada yang langsung ke halaman KUA sebagian lagi bergerombol di luar Kantor Urusan Agama tersebut. Dari keseluruhan yang datang semua ingin menyaksikan langsung pelaksanaan musyawarah terkait kasus tersebut di kantor urusan agama tersebut.
H. Mujid sebagai pemilik padepokan Sangga Buana Putra dituding melakukan penistaan agama sehingga mengakibatkan keresahan di masyarakat, terutama warga Desa Wargasetra, desa dimana H. Mujid menyebarluaskan ajarannya. Warga sendiri merasa kesal karena ajarannya dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Warga minta padepokan itu dibubarkan karena khawatir akan berimbas tidak baik terhadap lingkungan. Selain dikhawatirkan nantinya akan mengganggu stabilitas keamanan, terutama dilingkungan Desa Wargasetra dan umumnya wilayah Kecamatan Tegalwalru. Warga yang hadir di halaman kantor KUA itu menilai, mumpung ajarannya belum menyebar secara luas akan lebih bijak kalau dituntaskan dari sekarang. Sehingga tidak menimbulkan efek dibelakang hari.
Terkait itu, Kepala desa Wargasetra, Ubeh Baehaki, ketika ditanya perihal H. Mujid,  yang diduga menyebarkan ajaran sesat di wilayahnya, hanya berkomentar akan mengembalikan masalah itu kepada pihak yang berwenang. Baik kepolisian maupun muspika agar bisa mengevaluasi kegiatan yang dilakukan warga Desa Cintawargi yang dituding melakukan penistaan agama. "Saya selaku Pemerintahan desa cukup terganggu karena ekses masalah kejadian itu potensi terjadinya kerusuhan cukup besar, dan akan berimbas terhadap stabilitas keamanan di wilayah saya," ucap Ubeh.
Kendati demikian, Ubeh juga mengatakan emosi warga masih bisa diredam sehingga tidak sampai kepada aksi anarkis yang nantinya akan merugikan banyak pihak. "Memang, tambah Ubeh, warga merasa terganggu dengan ajaran yang disebarkan H. Mujid, namun mereka masih bisa menahan diri. Warga hanya menuntut supaya padepokan itu dibubarkan," katanya.  
Sementara Kapolsek Pangkalan AKP H. Agus Wahyudin, Sh, MH, mengatakan dirinya lebih menitikberatkan terhadap stabilitas keamanan. Jangan sampai ada kerusuhan yang nantinya bisa mengakibatkan jatuhnya korban. Karena itu, dia mengingatkan agar dalam kasus ini semua fihak bisa menahan diri. "Saya menitikberatkan pada menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, itu yang paling utama," tandas Agus.
Dirinya juga meminta agar masyarakat, pemuda dan semua elemen bisa menahan diri agar jangan ada tindakan yang merugikan semua pihak. "Saya cukup sederhana saja agar pelaksanaan yang sekarang difasilitasi muspika bisa ada solusi. Adapun keamanan dan ketertiban harus dilaksanakan, dan saya berpesan semua pihak jangan terprovokasi oleh pihak manapun yang sengaja memancing di air keruh hingga merugikan semua pihak," tegas Kapolsek Agus Wahyudin. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template