BPN Dikonfirmasi Soal Tanah 791 Ha di Telukjambe - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BPN Dikonfirmasi Soal Tanah 791 Ha di Telukjambe

BPN Dikonfirmasi Soal Tanah 791 Ha di Telukjambe

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Agustus 2016 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Pertikaian ratusan petani Telukjambe Barat dengan PT Pratiwi Lestari atas tanah seluas 791 hektare di Desa Wanajaya dan Marga Mulya, mulai bergeser kepada surat-surat tanah. Dan, kemarin (3/8), Kepala Sub Seksi Perkara, Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Karawang, Wagita, memaparkan dasar legalitas kepemilikan PT Pratiwi Lestari atas tanah tersebut.

"Perusahaan properti asal Jakarta itu telah diberi hak guna bangunan sejak tahun 1997," ujar Wargita, menandaskan perihal kepemilikan atas tanah seluas 791 hektare di Kecamatan Telukjambe Barat. Saat ditemui di ruang kerjanya, Wagita sempat memperlihatkan tiga salinan surat itu. Rinciannya Sk nomor 1281/HGB/KWBPN/97 tanggal 22 Desember 1997 tentang pemberian Hak Guna Bangunan atas tanah seluas 2.931.000 meter persegi (2,931 hektare).
SK nomor 1282/HGB/KWBPN/97 tanggal 22 Desember 1997 tentang pemberian Hak guna bangunan atas tanah seluas 3.282.710 m persegi 328,271 hektare SK pemberian hak nomor 1283/HGB/KWBPN/97 tentang pemberian Hak guna bangunan atas tanah seluas 1.698.808 m persegi (169,8808 hektare) Klaim berbeda disuarakan Aris Suyono Dewan Pembina Serikat Tani Telukjambe Barat. Menurutnya, klaim kepemilikan tersebut seharusnya batal demi hukum karena lahan tersebut ditelantarkan lebih dari lima tahun. "Selain itu, surat Dari menteri Agraria menyatakan, lahan yang telah digarap warga tidak boleh diklaim sebelum sengketa selesai," kata Aris.
Aris juga menyatakan warga akan tetap melakukan penghadangan dan tidak peduli terhadap klaim PT PL. Sampai saat ini, pembangunan jalan konsorsium yang rencananya akan diproyeksikan sebagai penghubung kawasan industri baru di Karawang tersendat karena dihalang - halangi sekelompok warga. PT Pratiwi Lestari, sebuah perusahaan pengembang berseteru dengan sekelompok penduduk di Desa Wanajaya dan Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat sejak Senin, (1/8) lalu.
Berdasarkan pantauan RAKA, ratusan warga berupaya menghalangi backhoe dan buldozer dengan pagar kayu. Sementara di belakang pagar, ratusan warga lainnya duduk-duduk tanpa beranjak hingga petang hari.
Kapolres Karawang AKBP Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan, ratusan warga itu dikerahkan oleh Serikat Tani Telukjambe Barat (STTB). "Mereka juga keberatan dengan klaim PT Pratiwi Lestari atas tanah di dua desa ini," ujar Dicky, Selasa (2/8) lalu.
Sementata itu ratusan aparat terlihat bersiaga di sepanjang jalan konsorsium Desa Wanajaya. Di ujung jalan yang baru dibuldozer itu, rencananya PT Pratiwi Lestari akan mulai membangun pagar sepanjang 19.177 meter.  Pagar itu dibangun mengelilingi 791 hektare lahan yang diklaim oleh PT Pratiwi Lestari. Penghadangan warga, menurut Dicky dilakukan sejak Senin (1/8) lalu. Ia mengatakan warga yang melakukan penghadangan bahkan membawa bambu runcing. Aparat kemudian melucuti ratusan bilah bambu runcing dari tangan para penduduk. "Kemarin kami ambil semuanya. Pada dasarnya kami menghindari keributan," ucap Kapolres.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template