Bioskop Seroja Sudah Ada Sejak 1970 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bioskop Seroja Sudah Ada Sejak 1970

Bioskop Seroja Sudah Ada Sejak 1970

Written By Mang Raka on Selasa, 16 Agustus 2016 | 15.00.00

Bangkrut Setelah Karawang Theater Beroperasi

ADA dua pendapat berbeda yang menyatakan tentang keberadaan bioskop pertama di Karawang. Ada yang menyebutkan nama Seroja sebagai bioskop pertama tetapi ada juga yang mengatakan Bioskop Rakyat yang pertama. Terlepas dari mana yang lebih dulu ada, yang jelas keberadaan bioskop-bioskop itu akhirnya tenggelam setelah beroperasinya Karawang Theater.

Paling tidak ini kesaksian mantan Ketua PHRI Karawang H. Diding Syarifudin, MH dan pengusaha mie Yahya Setiawan, dua saksi hidup yang sempat menikmati uniknya nonton film di kedua bioskop tersebut. Seperti diungkapkan H. Diding, bioskop Seroja sudah ada di sekitar Pasar Rumput atau Pasar Buah, sekarang menjadi Jalan Dewi Sartika, sejak dirinya kecil. "Bioskop Seroja mungkin itu yang pertama kali ada di Karawang. Saat saya masih kelas tiga SD tahun 1970 pernah diajak guru  untuk nonton  film  G 30 SPKI," kenang H. Diding.
Saat itu, terang Diding, kondisi bangunan bioskop tidak sebagus bangunan bioskop sekarang yang keseluruhan dikelilingi tembok. Jangankan untuk AC, kipas anginpun tidak tersedia di dalam bioskop. Tidak heran ada saja penonton pria yang buka baju di dalam bioskop ketika menonton karena tidak tahan gerahnya udara. "Saya masih ingat dulu ada kantinnya yang bisa dikunjungi penonton sebelum menonton," kata Diding.
Baru setelah itu, lanjut Diding, bermunculan bioskop-bioskop lainnya dan salah satunya diperkirakan Bioskop Rakyat. Setelah bioskop Seroja baru kemudian ada bioskop
Bioskop Samudera dan Nusantara. Namun keberadaan bioskop-bioskop inipun tidak berlangsung lama begitu beroperasi Karawang Theater. Didukung kemampuan pengelola Karawang Theater untuk mendapatkan film-film terbaru, bioskop inipun cepat mendapatkan simpati masyarakat.
Alhasil, ketika itu penonton mulai meninggalkan bioskop-bioskop lainnya termasuk Bioskop Seroja dan Bioskop Rakyat. "Pengelola bioskop Karawang Theater lebih mudah mendapatkan film baru. Mungkin karena faktor jaringan atau faktor keluarga. Seperti nama produser Punjabi, kemungkinan masih ada hubungan keluarga dengan pemilik Karawang Theater," ucapnya seraya menambahkan sebelum bioskop Nusantara beroperasi, lokasi tersebut sempat digunakan sebagai gedung sandiwara.
Persaingan bisnis bioskop pada saat itu semakin tajam setelah beroperasinya Johar Studio 1 dan Johar Studio 2. Operasionalisasi bioskop ini sudah dalam bentuk semi modern. Tidak heran, sejak kemunculannya, tidak lama kemudian bioskop-bioskop yang tersisa langsung tidak aktif kecuali bioskop Karawang Theater. "Kalau sekarang bioskop canggih-canggih. Lihat saja bioskop modern CGV blits di gedung Festive Walk Galuh Mas," katanya.
Pendapat berbeda justru disampaikan Yahya Setiawan. Menurutnya, sebelum bioskop Seroja dan Samudera  berdiri, sudah ada bioskop Rakyat yang beroperasi lebih dahulu sebelum akhirnya berubah nama menjadi bioskop Nusantara dengan bangunan gedung yang baru. Bioskop Nusantara pun kini sudah berubah menjadi toko buku AA. Tapi, bangunannya masih belum berubah. "Saya masih mengingat saat nonton di bioskop rakyat, bangkunya terbuat dari kayu dan bentuknya panjang tanpa pembatas," terangnya.
Film yang diputar saat ini juga mayoritas film Indonesia dan India. Sayang, Yahya tidak bisa mengingat apa judul dan siapa aktor film Indonesia yang dia tonton saat itu. "Kalau judul filmnya lupa. Aktornya juga lupa. Yang pasti, aktor yang saat ini sudah berusia sekitar 70-an tahun, mereka itulah dulu yang menjadi aktor film saat itu," terangnya.
Seroja dan Samudera hingga tahun 1974 masih beroperasi. Namun, sekitar  tahun 1976-80, pamor kedua bioskop tersebut mulai redup seiring dengan beroperasinya Karawang Theater yang menggunakan teknologi yang lebih baik. Selain bangunan dan fasilitas lain yang lebih baik dari Seroja, Samudera dan Nusantara, film-film yang ditayangkan di Bioskop Karawang Teather yang lazim disebut dengan singkatan KT adalah film-film baru. "Film -filmnya selalu baru terutama film flim Bolywood," katanya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template