Batas Usia Kendaraan Angkutan Umum Belum Diatur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Batas Usia Kendaraan Angkutan Umum Belum Diatur

Batas Usia Kendaraan Angkutan Umum Belum Diatur

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Agustus 2016 | 15.00.00

DINAS Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karawang mencatat setidaknya ada 1350 angkutan kota (angkot) yang beroperasi di seluruh Karawang. Namun dari data tersebut masih banyak yang belum melakukan uji kelayakan kendaraan.
"Dalam register 1350 dan yang sudah melaksanakan daftar ulang kartu pengawasan dan uji kelayakan kendaraan (kir) sebanyak 725 unit," kata Dede Sudrajat, Kabid Angkutan Dishubkominfo Karawang.
Dede mengatakan, dari 1350 angkutan kota yang ada di Karawang terdapat sekitar 300 unit yang kondisinya tidak layak. "Angkot yang tidak layak kurang lebih 300 unit, dan yang belum melaksanakan kartu pengawasan dan uji kir sebanyak 325 unit," ujarnya.
Namun sejauh ini, kata Dede, 300 angkutan yang tidak layak tersebut masih beroperasi mengangkut penumpang. "Secara administrasi data masih beroperasi," katanya.
Lanjut Dede, hingga saat ini banyak angkutan yang tidak layak masih beroperasi karena belum ada regulasi yang mengatur pembatasan usia kendaraan. "Belum ada perda pembatasan usia kendaraan," utasnya.
Selama ini, keberadaan angkot ini juga menuai keluhan banyak pengguna jalan. Kemacetan parah arus lalu-lintas didepan pabrik-pabrik kerap ditemui jelang pulang karyawan. Kemacetan itu disebabkan akibat angkotan kota yang parkir di pinggir jalan. Kondisi ini jelas melanggar aturan. Petugas Kepolisian dan Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika tak nampak untuk mengurai kemacetan.
Nindi Elisa, warga Desa Dengklok utara yang juga membuka warung di dekat pasar berujar, kemacetan parah biasanya terjadi saat siang hari. "Dari dulu juga begini, tak pernah ada petugas polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu lintas. Makanya macet terus," kata dia mengungkapkan.
Pantauan RAKA di lapangan, antrian kendaraan nampak mengular karena kendaraan besar dan kecil harus melintas satu-satu karena sempitnya ruas jalan setelah diambilalih supir angkot. Akibatnya kemacetan pun tak terhindarkan hingga mengakibatkan antrian mobil bermeter. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template