Bantaran Rel Kereta Jadi Lokasi 'Ngelem' Anjal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bantaran Rel Kereta Jadi Lokasi 'Ngelem' Anjal

Bantaran Rel Kereta Jadi Lokasi 'Ngelem' Anjal

Written By Mang Raka on Jumat, 12 Agustus 2016 | 13.00.00

KLARI, RAKA – Masih ingat berita anak jalanan bakar rumah? Dari hasil penelusuran kasus tersebut ternyata petugas menemukan puluhan kalem lem aibon bekas dilokasi pembakaran. Kuat dugaan lokasi itu memang menjadi tempat para pelaku 'ngelem' (menghirup aroma lem aibon agar mabok, red).

Menyusul temuan itu saat ini pihak keamamanan Bhabintibmas Desa Duren langsung memperketat pengawasan terhadap wilayah desa tersebut. “Ternyata pas pembongkaran tempat nongkrong anak jalanan yang biasa setiap harinya nongkrong di sepanjang rel kereta api, ditemukan banyak kaleng bekas lem aibon. Kuat dugaan lokasi itu merupakan tempat mereka kumpul untuk mabok lem aibon," ucap Bhabinkamtibmas Desa Duren, Iptu Priyono, Kamis (11/8).
Karenanya, menyusul temuan itu, ke depan Bhabinkamtibmas Desa Duren dan Trantib akan meningkatkan patroli di daerah-daerah disepanjang perlintasan kereta api di wilayah mereka. Kaleng-keleng bekas lem aibon itu sekaligus menjadi barang bukti, kalau selama ini, sekumpulan anak jalanan  tersebut sering mengkonsumsi lem aibon dilokasi. “Ternyata, mereka pada ngelem disini, pantas saja, nekad mereka itu. Kini kami larang untuk lokasi ini dijadikan tempat nongkrong, karena potensi tindak kejahatan terjadi disini nantinya, makanya kami bongkar, biar tidak ada lagi yang nongkrong disini,” ujarnya.
Puluhan kaleng lem aibon berukuran kecil itu saat ini diamankan menjadi barang bukti. Bisa saja, kenekadan anak jalanan yang hampir membakar rumah keluarga Kasie Trantib itu, dipicu dari ketidaksadaran akalnya setelah mengkonsumi lem aibon. “Kemungkinan ini penyebabnya, karena biasanya kalau zat lem aibon sudah dikonsumsi dengan cara dihisap, ini bisa menjadikan akal kesadaran mereka sedikit melayang, karena zat lem cukup kuat,” katanya.
Sementaa itu, Kasie Trantib Desa Duren, Arief Maulana menuturkan, resahnya masyarakat sekitar yang berada diwilayah Kampung Babakan Lapang, Kosambi, sudah lama dikeluhkan. Mereka merasa terganggu oleh suara ribut anak jalanan setiap harinya di lokasi. Warga sendiri sudah lama geram, namun setiap kali diusir usai itu mereka datang lagi. “Masyarakat memang sudah kesal dengan keberadaan anak-anak jalanan itu, sering membuat tetangga berisik juga. Makanya kami bongkar tempat biasa mereka nongkrong agar tidak lagi ada disitu nantinya,” ucapnya.
Oleh sebab itu, dia menegaskan, dengan adanya kejadian pembakaran kemarin, akan diberlakukannya, pelarangan bagi siapapun untuk nongkrong di sepanjang jalan rel kereta api, Kosambi, khususnya di lokasi kejadian kebakaran tersebut. “Kami buat larangan untuk tidak ada lagi siapapun yang nongkrong disini, jika masih kedapat ada yang nongkrong kami minta warga segera melaporkan ke pihak keamanan desa,” pungkasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template