Bangkai Tikus Dibuang Sembarangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bangkai Tikus Dibuang Sembarangan

Bangkai Tikus Dibuang Sembarangan

Written By ayah satria on Jumat, 26 Agustus 2016 | 16.47.00


LEMAHABANG WADAS, RAKA- Jika melintasi jalur Lemahmukti-Tempuran, pengendara akan disuguhi pemandangan menjijikan ratusan tikus sawah yang berserakan di bahu-bahu jalan. Hama perusak tanaman padi itu sengaja dibuang petani ke jalanan agar terlindas kendaraan dan cepat mengering. Namun  tikus-tikus segar itu dianggap menjadi sampah yang menggganggu pengguna jalan, sekaligus menjadi ancaman nyata bagi kesehatan warga.
Salah seorang petani Pulogebang, Ratim (38) mengatakan, para petani memang sudah biasa memberantas hama tikus yang selalu mewabah pada usia tanam padi kurang dari sebulan. Caranya pun manual dengan menggunakan asap belerang yang dijejalkan ke lubang-lubang tikus. Tikus yang keracunan langsung keluar dan mati.
Tidak adanya tempat membuang tikus-tikus mati ini, petani terpaksa membuangnya ke jalanan jalur Lemahmukti-Tempuran ini. Bahkan diakui dia, jumlahnya pun tidak sedikit hingga mencapai ratusan ekor. Meskipun menuai keluhan pengendara, jalanan tetap saja dibuat berserakan oleh bangkai tikus. Petani beralasan membuang tikus ke jalan pun lebih efisien, karena akan dilindas kendaraan dan cepat mengering. "Habis diberantas, ya kita buangnya ke jalan biar cepet dilindas kendaraan dan mengering," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara, Sutirah (28) mengatakan, dirinya setiap hari melintasi jalur Pulogebang ini saat hendak berangkat ke kantor di Lemahabang. Di jalur itu, diakui dia, selain banyak anjing-anjing liar, tikus mati di jalanan pun banyak berserakan dan mengganggu pengendara. Meskipun tidak disentuh organ tubuh sekalipun, karyawan perempuan ini merasa jijik dan mesti menghindar. Apalagi tikus -tikus ini masih segar. Baginya, sulit untuk menghindar bahu jalan yang kosong dari tikus mati tersebut. Karena selain jijik, ancaman kesehatan pun kemungkinan berdampak jika bangkai tikus tersebut tersapu udara. "Jijik kalau lewat, harusnya pake karung dibuang dimana kek? Kalau berserakan gitu ganggu pengendara juga sih," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template