Asap Hitam di Pakapuran Dikeluhkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Asap Hitam di Pakapuran Dikeluhkan

Asap Hitam di Pakapuran Dikeluhkan

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Agustus 2016 | 17.00.00

PANGKALAN,RAKA - Asap berwarna hitam pekat hasil proses pembakaran batu kapur di Kampung Pakapuran, Desa Tamansari, kembali dikeluhkan pengendara jalan raya. Asap itu menutup pandangan hingga puluhan meter kedepan disamping membuat perih mata.

Saat RAKA mendatangi lokasi pembakaran, Rabu (3/8) memang bahan bakar yang digunakan untuk produksi batu kapur kebanyakan dari bahan limbah seperti ban bekas, majun atau kain-kain bekas, serta plastik-plastik limbah. Karuan asap menjadi tebal dan hitam serta perih ketika mengenai mata. Bahkan asap pun terbawa angin hingga puluhan meter. Kendati demikian produksi batu kapur tetap berjalan, karena alasan warga yang bekerjalah menjadi salah satu faktor mereka masih tetap berproduksi.
Jaka (44) pekerja disana asal Kampung Cibeureum, Desa Tamansari mengatakan, memang produksi kapur harus menggunakan bahan bakar untuk memudahkan proses pembakaran batu kapur itu. Material kayu saat ini sulit didapatkan maka pilihan material bahan bakar kini memilih limbah ban bekas serta kain juga plastik. "Bahan bakar kayu kini sulit didapatkan, yang ada kami malah memilih material yang mudah bertahan lama ketika proses pembakaran produksi kapur berjalan. Maka pilihan material yang ada itulah jadi sarana kami memproduksi batu kapur. Selain itu juga kan banyak karyawan yang bekerja maka jika terhenti kasihan mereka," akunya.
Sementara, pendapat berbeda diutarakan pengendara motor yang juga sebagai warga Kampung Karadak Desa Wanakerta. Perih mata yang dihasilkan dari asap pabrik kapur cukup mengganggu. Menurutnya jika perlu pabrik kapur tidak beraktifitas di pinggiran jalan utama. Selain mengganggu juga estetika jalan utama menjadi kurang baik. "Kalau menurut saya pemerintah bisa merelokasi keberadaan pabrik kapur yang sekarang beraktifitas di satu tempat agar pabrik bisa nyaman dan tidak mengganggu. Apalagi kan asap malah mengganggu pengendara, bahkan bisa membuat kecelakaan karena tebalnya asap," ucapnya.
Dijelaskan, Syamsu (37), penjual bubur nasi, dirinya sudah tidak ambil pusing dengan keadaan seperti itu, karena hampir tiap hari dirinya ketika melintas harus menghirup asap hasil produksi batu kapur dan hanya mengingatkan saja. Bukan saja dirinya yang sangat terganggu akan tetapi hampir pengguna motor pun mengeluhkan hal yang sama. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template