APBD Defisit Rp 104 Miliar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » APBD Defisit Rp 104 Miliar

APBD Defisit Rp 104 Miliar

Written By Mang Raka on Rabu, 10 Agustus 2016 | 12.30.00

- Hampir Terjadi Tiap Tahun

PURWAKARTA, RAKA - Tiap tahun, APBD Purwakarta selalu mengalami kekurangan karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Untuk tahun anggaran 2016 ini, defisit anggaran ada dikisaran Rp 104 miliar.
Disela-sela Rapat Paripurna DPRD Purwakarta dengan agenda Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018, Selasa (9/8) kemarin, anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi Amanat Demokrat, Dadang Sudirman, seperti yang disampaikan eksekutif, bahwa APBD Purwakarta Tahun Anggaran 2016 yang semula berjumlah Rp 2.347.823.243.364 berkurang Rp 23.040.965.317 sehinga menjadi Rp 2.324.782.278.047. Perinciannya, lanjut Dadang, pendapatan daerah semula Rp 2.347.823.243.364, berkurang Rp 23.040.965.317. Jumlah Pendapatan setelah perubahan Rp 2.324.782.278.047 dan belanja daerah semula Rp 2.398.979.468.240 bertambah Rp 29.815.573.160. Jumlah belanja setelah perubahan Rp 2. 428.795.041.400. "Defisit anggaran setelah perubahan untuk tahun ini berada dikisaran Rp104.012.763.353," kata Dadang, merincikan.
Sementara, anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi Nasdem, Isep Saprudin Yahya mengatakan, pendapat terkait APBD Perubahan 2016 akan dituangkan dalam pandangan Fraksi Nasdem. "Intinya adalah, apa penyebab defisit? ini harus dicari, tidak bisa pasrah saja. Harus dievaluasi secara paripurna," jelas Isep.
Jelas lanjut Isep, ini harus menjadi pertanyaan besar. Apakah ini akibat belanja berlebih atau benar pendapatan tidak tercapai? Kenapa tidak tercapai? "Kalau iya, bentuk managemen defisit solusinya apa? ambil dari silpa? menjual aset? pinjaman pihak 3 (bank) atau apa? atau melakukan langkah-langkah lain sesuai arahan-arahan yang tertuang dari peraturan perundang-undangan," tegasnya.
Dihubungi terpisah, pengamat kebijakan publik Purwakarta, Ir Awod Abdul Ghadir mengatakan, pendapatan 2,3 triliun untuk Purwakarta itu sangat tidak realistis. "Lebih baik kembali ke alam nyata, berapa realisasi pendapatan tahun 2015, paling sekitar 1,8 triliun. Jadi itulah angka APBD yang realistis buat Purwakarta. Kecuali mau tetep hidup di alam hayal seperti sekarang," kata Awod.
Awod mensinyalir, terjadi akal-akalan di DPKAD untuk menutup defisit dengan cara buka tutup anggaran. Itu bukan solusi karena nanti akan terlihat di Desember serapan anggaran 1 tahun hanya sekitar 60 sampai 70 persen dari total APBD. "Saya berani taruhan diakhir 2016 serapan APBD Purwakarta tidak akan lewat di angka 2,1 triliun," ujarnya.
Awod katakan berikutnya, pemangku kebijakan hendaknya segera sadar, jangan menggunakan APBD bodong supaya terlihat APBD Purwakarta terlihat wah. "Ini hanya salah satu contoh, mari kita bahas, berapa realisasi  belanja sektor pendidikan tahun 2015. Saya duga jauh di bawah 20 persen. Jangan di lihat angka di APBD, lihat realisasi belanja sektor pendidikan, eta mah riil," ujarnya.
Awod mengatakan, problem utama APBD Purwakarta ada di angka prediksi pendapatan yang terlalu tinggi. Itu sudah berjalan beberapa tahun ke belakang. "Karena dewan diam saja, akibatnya APBD Purwakarta itu diduga bodong karena angka pendapatannya tidak realistis," pungkasnya. (awk)



APBD Purwakarta tahun anggaran 2016

APBD semula berjumlah Rp 2.347.823.243.364 berkurang Rp 23.040.965.317 sehinga menjadi Rp 2.324.782.278.047
Perinciannya:
- Pendapatan daerah semula Rp 2.347.823.243.364 berkurang Rp 23.040.965.317
- Jumlah pendapatan setelah perubahan Rp 2.324.782.278.047
- Belanja daerah semula Rp 2.398.979.468.240 bertambah Rp 29.815.573.160
- Jumlah belanja setelah perubahan Rp 2. 428.795.041.400

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template