Anak SD Cintaasih 1 Rawan Tertimpa Plafon - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak SD Cintaasih 1 Rawan Tertimpa Plafon

Anak SD Cintaasih 1 Rawan Tertimpa Plafon

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Agustus 2016 | 16.00.00

*Guru Menyarankan Jangan Bermain di Dalam Kelas

PANGKALAN, RAKA – Hingga kini bangunan Sekolah Dasar Cintaasih 1 tak kunjung diperbaiki. Selain bagian plafon bolong-bolong beberapa bangunan atas juga terlihat sudah kropos. Dikhawatirkan jika tidak secepatnya diperbaiki akan ada bagian yang jatuh dan menimpa anak-anak yang sedang balajar.

Saat ini siswa yang belajar di sekolah yang berada di Kampung Cijago, Desa Cintaasih tersebut mencapai 57 siswa. Meski terlihat tidak terpengaruh dengan kondisi bangunan atap kelas, namun sering terlihat mengalihkan pandangan ke atas disela-sela mengikuti pelajaran. Demikianpun orang tua murid, mereka mencemaskan kondisi anak-anaknya yang mengikuti pelajaran disekolah tersebut.
Berdasarkan pengamatan, Rabu (3/8), hampir rata-rata kelas bagian plafonnya bolong-bolong. Kondisi seperti itu sudah berlangsung lama. Pihak sekolah sendiri mengantisipasi dengan merapikan bagian plafon yang bolong-bolong agar tidak jatuh kebawah. Sementara beberapa bagian kayu juga terlihat mengalami pengeroposan dan minta segera diganti. Sejauh ini, belum dilakukan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan tersebut.
Selain bagian bangunan yang mengalami kerusakan, hal lain yang juga menjadi persoalan di sekolah tersebut adalah sering hilangnya bangku dan meja belajar di sekolah tersebut karena dicuri. Disamping tidak adanya WC disekolah itu. Seperti diungkapkan Endah Widianingtyas (30), guru di sekolah itu. Persoalan WC ini memang harus secepatnya diadakan. "Kasihan siswa-siswa yang ingin buang hajat, mereka harus berlarian ke rumah warga terdekat karena sekolah tidak mempunyai WC," katanya.
Tidak hanya itu, bahkan sekarang siswa pun diintai atap kelas roboh. Karena pihak guru selalu mengingatkan siswa agar jangan bermain di dalam kelas agar terhindar dari atap yang jatuh ketika memang kayunya sudah tidak kuat lagi menahan beban atap yang keropos. "Saya berharap Dinas Pendidikan bisa secepatnya membantu sekolah kami agar adanya perbaikan. Terlebih sekolah kami memang membutuhkan perbaikan infrastruktur yang bisa membuat siswa kami nyaman. Dan saya juga berharap sekolah pun mempunyai kelas yang aman agar bangku-bangku sekolah kami tidak selalu hilang," paparnya.
Kondisi demikian, juga ditutur Hilda Ruhiyah, Spd, juga guru disana. Apa yang dituturkan rekannya, belum termasuk halaman sekolah yang masih berupa tanah. Keadaan sedemikian akan bertambah parah ketika hujan turun. Sudah jalannya jadi licin becek lagi. Dan selalu, karena kondisi tersebut anak-anak menjadi kumal dan kotor ketika masuk ruang kelas karena harus melintasi bagian yang becek dan berlumpur.
Ketika di Konfirmasi terkait berapa jumlah Guru PNS dan honorer, mereka kompak mengatakan ada empat honorer dan tiga PNS termasuk kepala sekolah yang saat ini tengah berhalangan hadir karena sakit. Sementara ditambahkan salah seorang guru honorer yang lain, Dedeh Rohamtulaeni (34), di sekolah itupun membutuhkan sosialisasi kepada lingkungan, dan itu mesti dibantu oleh pemerintahan desa agar sekolah aman ketika penunjang proses belajar mengajarnya sering hilang entah oleh siapa.
“Saya harap komite sekolah pun proaktif agar masalah hilang bangku dan kelangsungan sekolah warga sekitar pun ikut serta menjaganya. Karena sekolah kan untuk masa depan anak-anak mereka juga, khususnya warga sekitar agar lebih memiliki. Saya harap pemerintahan desa pun bisa membantu kami mengetahui secara jelas segala permasalahan yang kami rasakan," tuturnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template