Anak Hamil Diluar Nikah Bermasalah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak Hamil Diluar Nikah Bermasalah

Anak Hamil Diluar Nikah Bermasalah

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 15.30.00

TEMPURAN, RAKA - Hamil di luar nikah kini seakan dianggap lumrah. Meskipun dinikahkan resmi negara dan agama tetap sah meskipun dalam keadaan hamil, namun anak hasil hubungan di luar nikah akan bermasalah dalam garis keturunan atau silsilah dalam sisi agama. Sebab, jika anak tersebut lahir perempuan, maka saat pernikahannya nanti, ayah kandungnya terlarang menjadi wali nikah karena dianggap bukan garis keturunan dari anak perempuan hasil hubungan di luar nikah tersebut.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempuran, H Ade Munir Huda mengatakan, mereka yang menikah dalam keadaan hamil, selama syarat dan rukun nikahnya terpenuhi memang sah secara negara maupun agama. Namun, yang paling mempengaruhi kedepan adalah soal garis nasab anak hasil hubungan gelap tersebut.
Sebab, jika anaknya lahir seorang perempuan, suatu ketika akan menikah, maka ayahnya dilarang menjadi Wali nikah secara agama bagi anaknya tersebut dengan alasan nasabnya bermasalah karena sudah hamil duluan. Kemudian, tambah Munir, Jika anaknya yang lahir dari hasil hubungan gelap itu adalah laki-laki, namun kemudian anak keduanya lahir dari hasil pernikahan yang sah adalah perempuan, jika ayahnya meninggal, maka kakak laki-laki hasil hubungan di luar nikah tersebut juga dilarang jadi wali nikah. Inilah hukum agama yang jarang diketahui masyarakat.
Karenanya, pihak KUA akan selalu menerjunkan Kepala KUA langsung bagi masyarakat yang akan menikahkan anak pertamanya. Sementara jika anak kedua atau berikutnya bisa dinikahkan oleh penghulu, sebagai wali nikah. "Memang yang hamil nikah itu tetap sah secara agama dan negara, tapi anak bisa jadi korban karena mempengaruhi garis nasabnya yang pada kemudian hari akan bermasalah, baik untuk pernikahannya kelak maupun warisan," jelas dia.
Munir menambahkan, maka dari itu, disanalah pentingnya kursus calon pengantin. Karena selain dijelaskan hukum ilmu perkawinan, KUA juga bisa menanyakan, meskipun, tidak ada kewenangan KUA secara administrasi negara memeriksa hal itu. Mengingat KUA terbatas dalam mengurusi berkas. Namun, ini penting, karena agama mengatur sedemikian rupa dampak bagi anak-anak hasil dari hubungan di luar nikah. "KUA hanya sebatas ke berkas, tapi kursus calon pengantin itu penting dan sesekali bisa diselipkan petanyaan ini. Makanya, khusus anak pertama, Kepala KUA biasanya turun yang menikahkannya," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template