Aliran Sesat di Wargasetra - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Aliran Sesat di Wargasetra

Aliran Sesat di Wargasetra

Written By Mang Raka on Jumat, 05 Agustus 2016 | 18.51.00

-Mahar Masuk Surga Rp 40 Juta

TEGALWARU, RAKA - Nyaris saja Ketua Padepokan Syekh Sangga Buana Putra H Mujib menjadi bulan-bulanan massa yang terbakar amarah, setelah padepokan yang berada di Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, itu diduga menyebarluaskan ajaran sesat.
Beruntung, setelah padepokannya dibakar warga, aparat kepolisian turun tangan lalu mengamankan Mujib bersama kelompoknya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Tegalwaru, Kamis (4/8) kemarin.
Kapolsek Pangkalan AKP Agus Wahyudin membenarkan adanya pembakaran tersebut. Pihaknya pun segera menurunkan sejumlah petugas, kemudian mengamakan Mujib dan sejumlah pengikutnya ke kantor KUA setempat. Namun karena massa yang terus bertambah hingga ratusan orang, pihaknya terpaksa membawa Mujib dan kroni-kroninya ke markas Polres Karawang. "Saya berpesan semua pihak bisa menahan diri, dan jangan terprovokasi oleh pihak manapun yang sengaja memancing di air keruh, hingga merugikan semua pihak," tuturnya.
Menurut pengakuan salah satu tokoh agama di Tegalwaru, Ustad Dudin, dua tahun lalu tepatnya tanggal 28 Maret tahun 2014, Mujib sudah berjanji akan merubah segala tata cara ajarannya. "Hal itu tertuang dalam surat perjanjian bermaterai," ungkapnya.
Namun, alih-alih merubah perilakunya, Mujib kian gencar menyebarluaskan ajaran yang dipandang sesat oleh masyarakat. Melihat itu, Dudin menegaskan akan melaporkannya ke polisi, karena persoalan tersebut sudah tidak bisa ditolelir. "Sudah tidak ada tawar menawar. Secara hukum sudah bisa dijadikan laporan yang jelas," ucapnya.
Warga setempat, Asep (26) mengatakan, Mujib sebelumnya sempat diusir oleh warga karena kelakuannya yang mengaku sebagai nabi beberapa tahun lalu. Namun, beberapa bulan kemudian, Mujib kembali dengan membawa pengikutnya. Selain mengaku Nabi, ajaran Mujib dianggap warga telah menyesatkan, setelah  menyatakan salat di rumahnya sama dengan melakukan salat di Masjid Nabawi. Bukan hanya itu, Mujib juga menyatakan air zam-zam telah pindah ke sumur pribadinya. Mujib juga diakui warga telah merubah ayat-ayat Alquran sesuai dengan ajaran sesatnya. "Warga yang merasa resah dengan padepokan aliran sesat yang dibentuk Mujib ini, kemudian mengamuk dan membakar rumah yang menjadi tempat ajaran sesat Mujib," kata Asep.
Warga lainnya, Yay Uti mengatakan, selain mengaku nabi, Mujib juga mengajak warga masuk surga dengan membayar puluhan juta. "Aliran sesat di Tegalwaru mengajak warga masuk surga dengan biaya Rp 40 juta. Syahadat pun diganti," ungkapnya.
Sementara saat dipertemukan dengan kepala KUA, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, sejumlah tokoh agama serta muspika, Mujib membantah jika ajarannya sesat. Dirinya justru mengaku bingung dengan tudingan warga yang menyatakan dirinya sesat, mengaku nabi, dan menawarkan masuk surga dengan syarat membayar sejumlah uang. "Saya tidak pernah mengaku nabi. Saya bingung dengan tuduhan yang ditujukan kepada saya, soal penistaan agama yang sekarang berkembang di masyarakat," ujarnya.
Ia juga meminta maaf jika aktivitas yang dilakoninya selama ini membuat resah. "Saya akan coba klarifikasi kepada kepolisian, agar ada jalan keluarnya," tuturnya.
Sementara Kepala KUA Pangkalan dan Tegalwaru H Dede Arif, berharap kasus dugaan penistaan agama ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. "Jangan terjadi anarkis menyikapi ini," tandasnya.
Camat Tegalwaru Drs H Sujana menegaskan, kegaduhan yang dipicu ajaran Mujib jangan sampai mengganggu stabilitas wilayah yang dipimpinnya. Seperti aksi main hakim sendiri tanpa mengedepankan proses hukum. "Sekarang kita berkumpul mencari jalan tengah, agar tidak menimbulkan masalah besar apalagi terjadi main hakim sendiri," paparnya. (yfn/ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template