59 Orang Keracunan Berkat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 59 Orang Keracunan Berkat

59 Orang Keracunan Berkat

Written By Mang Raka on Selasa, 02 Agustus 2016 | 00.04.00

-Berjatuhan Setelah Ikut Acara Akikah

JATISARI, RAKA - Sebanyak 59 warga Dusun Cibango RT 02/06 Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, terkapar di Puskesmas Jatisari. Mereka diduga keracunan makanan syukuran 40 hari kelahiran anak alias akikah dari salah seorang warga di Dusun Cibango, Desa Telarsari.
"Ini termasuk katagori KLB (kejadian luar biasa) yah. Mereka dugaan keracunan makanan," ujar Kepala Puskesmas Jatisari Hj Een Nuraeni, di lingkungan Puskesmas Jatisari, Minggu (31/7).
Dia menyampaikan, berdasarkan data yang dipegangnya, korban yang dirawat di Puskesmas Jatisari ada 42 orang, berobat jalan 15 orang dan 2 orang dirawat di RS Puri Asih, Jatisari. Hingga pukul 16:00 WIB, total warga yang keracunanan sebanyak 59 orang. "Mereka terdiri dari anak-anak, remaja dan dewasa," ucapnya.
Dia menduga, penyebab keracunan tersebut bersumber dari bumbu masakan yang diolah oleh warga yang melakukan acara akikah pada Sabtu malam lalu. Untuk lebih detailnya tim medis Puskesmas Jatisari sedang melakukan uji laboratoium.
"Nanti secara resmi akan dipublikasikan hasil lab-nya, agar jelas penyebab terjadinya keracunan massal ini. Apakah benar dari makanan warga yang syukuran itu atau bukan. Mereka (korban) rata-rata merasa pusing dan perut terasa mual," ujarnya.
Kepala Desa Telarsari Falahudin SAg mengakui puluhan warganya menjadi korban keracunan. Menurutnya, awal kejadiannya adalah warga menyantap makanan dari warga yang melakukan syukuran 40 hari anaknya yang beralamat di Dusun Cibango, Desa Telarsari. "Di keluarganya Agus dan Yamih sykuran 40 hari kelahiran cucunya. Kalau orang Sunda bilang acara asrakalan atau gunting rambut," ucapnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, sebenarnya warga tidak langsung mual atau muntah-muntah saat setelah makan makanan tersebut. Tetapi sikitar 1 sampai 2 jam warga baru merasakan reaksi atas makanan yang dikonsumsinya. Sehingga hampir secara bersamaan mereka mendatangi puskesmas dan Rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. "Warga tidak langsung merasakan sakit setelah santap makanan dari yang punya hajatan itu. Tapi selang beberapa jam baru merasakan sakit pusing, mual dan muntah-muntah," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template