Usaha Olahan Ikan Laut di Karawang Bergeliat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Usaha Olahan Ikan Laut di Karawang Bergeliat

Usaha Olahan Ikan Laut di Karawang Bergeliat

Written By Mang Raka on Rabu, 20 Juli 2016 | 12.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Sentra ikan pindang bandeng di Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, semakin dikenal ke berbagai kabupaten. Bahkan, sejak Kementerian Perikanan dan Kelautan menetapkan ikan pindang bandeng duri lunak buatan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokan) Subur Jaya, mulai dilirik perusahaan swasta dalam dan luar negeri.
H Nurhalim pengusaha olahan bandeng pernah menyebut dalam sehari pihaknya memproduksi dan memasarkan ikan pindang duri lunak sebanyak 4 ton. Berbeda dari cara manual pembuatan pindang pada umumnya, pengemasan dan inovasi pengolahan ikan terus digarap para kelompok perikanan di Desa Bayurkidul ini. Ia mencontohkan, selain ikan bandeng duri lunak, ikan tongkol, layang dan mujaer pun diproduksinya.
Selain itu tambahnya, keripik kulit ikan, kaldu minyak ikan dan baso ikan juga diproduksi. Prosesnya sendiri tidak lepas dari peran penyuluh dan pemerintah pusat yang memberi akses bagi pengolah ikan pindang di desa ini yang merupakan sentra se-Jawa Barat. Selain sudah mendapati inventaris 3 cator dan 1 mobil bak terbuka dari kemenetrian, Gapokan juga mendapat 7 unit preezer untuk menopang Gerakan Memasyarakatkan Ikan (Gemarikan).
Karenanya, proses panjang ini bukanlah proses yang mulus karena hambatan acapkali banyak ditemui sebelum 13 kelompok pengolah ikan di Desa Bayur Kidul diintegrasikan.
Nurhalim bercerita, penamaan pindang duri lunak muncul saat semua pengolah ikan pindang se-Indonesia menggelar pelatihan nasional. Kebetulan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Tjitjip Sutarjo pernah mencicipi semua olahan ikan dari berbgai kabupaten. Saat Menteri KKP menyicipi pindang ikan bandeng yang dibuat para pengolah di Bayur Kidul yang durinya lunak dan rasanya gurih, sejak itulah kenang Nurhalim, ikan bandeng yang diproduksinya dinamai pindang ikan bandeng duri lunak.
Pengolahan ikan pindang dalam sehari mampu mensuplai 60 ton. Untuk Desa Bayur Kidul sendiri dalam sehari mampu hasilkan 5 ton. Gapokan yang dikukuhkan Oleh Dinas Perikanan dan Kelautan tahun 2010 ini memiliki 13 kelompok dalam satu desa. Se-Kecamatan Cilamaya Kulon jumlah kelompok pengolahan ikan ini berjumlah 16.
Perajin ikan di wilayah ini telah mengantongi sertifikat halal dan izin Kementerian Kesehatan, produksi kemasannya pun mampu bertahan selama 3 bulan dengan plastik berstandar SNI. Tidak heran jika produksi pindang bandeng Bayur dibidik sejumlah restoran dan perusahaan swasta dari Bogor, Bandung, Cianjur, Bekasi dan Jakarta.
Bandeng Karawang lebih berselera karena dipicu faktor air dan tanah yang stabil sehingga memengaruhi kualitas rasa ikan. Di Karawang saja, ikan pindang duri lunak yang sudah dikemas dijual dalam varian harga.
Jika bandeng olahan milik Nurhalim berkembang pesat, berbeda dengan perajin yang masih berkutat pada susahnya modal. Edi Supardi misalnya, perajin olahan ikan untuk kerupuk ini mengaku kerap terbentur masalah modal produksi. "Kita kadang pusing juga kalau udah mentok di modal mah. Tapi ya mau gimana lagi. Usaha ini harus tetap berjalan," kata Edi.
Maka dari itu, ia berharap agar pemerintah juga turun tangan memberikan bantuan agar perajin kecil seperti mereka bisa terbantu. "Masalahnya kita mau ngajukan juga gak tahu caranya," jelas dia lagi. (rud/fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template