Melawan PK Pemkab - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Melawan PK Pemkab

Melawan PK Pemkab

Written By Mang Raka on Rabu, 27 Juli 2016 | 20.12.00

Sumurgede Menang
Bengle Kalah
Situdam Abu-abu

KARAWANG, RAKA - Peninjauan kembali (PK) atas perkara gugatan pemilihan kepala desa (pilkades) di tiga desa tahun 2015, berakhir pada 14 Juli 2016 kemarin. Hasilnya cukup mencengangkan para penggugat hasil pilkades. Karena PK yang diajukan Pemerintah Kabupaten Karawang, ada yang dikabulkan Mahkamah Agung.
Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, misalnya. Para penggugat hasil pilkades di desa itu harus menelan pil pahit. Karena PK putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memerintahkan pilkades ulang, dikabulkan oleh MA. Berbeda dengan Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon. PK yang diajukan pemkab ditolak MA. Artinya, pilkades di Sumurgede harus kembali diulang sesuai dengan putusan PTUN. Lain lagi dengan Desa Situdam, Kecamatan Jatisari. Meski usaha pemkab melalui PK ditolak MA, justru berujung abu-abu. Pasalnya, amar putusan yang menyebutkan pemenang pilkades harus digantikan oleh calon kades yang kalah, masih menuai polemik.
Penggugat Pilkades Sumurgede, Dedi Mulyadi mengatakan, salinan putusan perkara Nomor 159.PK/TUN/2015 sudah turun ke para penggugat tertanggal 14 Juli kemarin. Hasilnya, PK yang diajukan pemkab dan Kades Yahya Sulaeman resmi ditolak MA. Artinya, semua gugatan penggugat dikabulkan, sekaligus menegaskan kembali agar bupati segera mencabut SK Kades Yahya Sulaeman, dan menggelar pilkades ulang.
"Dalam salinan putusan disebutkan bahwa pemohon yang mengajukan PK, yaitu bupati Karawang yang mengkuasakan kepada Kabag Hukum dan para stafnya, dinyatakan sebagai pihak yang kalah dan dihukum untuk membayar perkara dalam PK, dengan mengadili pembayaran PK sebesar Rp 2,5 juta," ujarnya kepada Radar Karawang, Selasa (26/7) kemarin.
Ia melanjutkan, kini tidak lagi ada celah Bupati Cellica untuk menunda eksekusi, sekaligus menegaskan bahwa Yahya Sulaeman sudah bukan lagi kepala Desa Sumurgede yang sah. "Pemohon PK (pemkab) sudah dinyatakan kalah untuk Sumurgede. Tidak ada lagi toleransi menunda eksekusi dan upaya hukum lainnya," ungkapnya.
Kekinian, Dedi mendengar bahwa pemkab dan Yahya mengajukan PK kedua. Padahal sepengetahuannya, PK tidak bisa diulang dua kali. Karena dalam Undang Undang Nomor 51 tahun 2009 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, PK hanya bisa dilakukan satu kali, bisa dicabut sejak permohonan PK itu belum diputus. "Seolah-olah para penggugat bisa dibodohi. Sudah jelas tidak ada PK kedua. Kecuali propaganda. Jika saat ini pemkab masih membiarkan saja (tidak menggelar pilkades ulang), kemungkinan pergolakan yang tidak diinginkan di Sumurgede akan meletup, setelah lama kami puasa," ancamnya.
Disinggung dua desa lainnya yang sama-sama menggugat hasil pilkades, Dedi mengaku Desa Bengle dan Situdam tidak seberuntung desanya. Ia menyebut, permohonan PK diterima MA dan dimenangkan pemkab. Sementara Situdam. Meski PK yang diajukan pemkab ditolak MA, namun desa pemilik Bendungan Barugbug itu terkendala menjalankan amar putusan PTUN. Pasalnya, dalam putusan tersebut disebutkan jika kades yang menang harus diganti oleh calon kades yang kalah. "Persoalannya tidak ada regulasi yang mengatur hal itu. Tapi bisa saja amar putusan di Situdam dilaksanakan, tapi harus meminta rekomendasi dulu ke Kementerian Dalam Negeri," ungkapnya. (rud)

Gugatan Pilkades di Tiga Desa

Desa Sumurgede
-Peninjauan kembali hasil putusan PTUN yang diajukan pemkab ditolak Mahkamah Agung
-Pilkades di Sumurgede harus diulang

Desa Bengle
-Peninjauan kembali hasil putusan PTUN yang diajukan pemkab diterima MA.
-Pilkades di Bengle tidak jadi diulang

Desa Situdam
-Peninjauan kembali hasil putusan PTUN yang diajukan pemkab ditolak MA
-Hasil putusan PTUN yang menyebutkan kades yang menang diganti oleh calon kades yang kalah, belum bisa dijalankan karena belum ada regulasi yang mengatur akan hal itu.


Seputar Gugatan Pilkades Sumurgede
Mereka yang Gagal Ajukan PK
-Bupati Karawang yang dikuasakan kepada:
H Kiki Saubari MH (Kabag Hukum)
Nurhayati SH (Kasubag Bantuan Hukum)
Karwa Eka Permana SH (Pelaksana Bag Hukum)
Jajang Sugirwan SH (Pelaksana Bag Hukum)
Heli Heliasari SH (Pelaksana Bag Hukum)
Heryadi Affandi (Pelaksana Bag Hukum)
Yahya Sulaeman (pemenang Pilkades Sumurgede)

Penggugat Hasil Pilkades
Dedi Mulyadi (wiraswasta)
Nanang Koswara (petani)
Alm Tatang (mantan kades)
NU Samsudin (wiraswasta)
H Alwi Jabarudin (pengusaha kelapa)
Ahmad Asep Arifin (wiraswasta)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template