Sopir Angkot Johar-Cikampek Makin Untung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sopir Angkot Johar-Cikampek Makin Untung

Sopir Angkot Johar-Cikampek Makin Untung

Written By Mang Raka on Senin, 11 Juli 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Sopir angkutan kota (angkot) biru jurusan Cikampek - Johar menuai rejeki lebaran selama arus balik ini. Untuk sekali angkut mereka mematok tarif tidak tanggung-tanggung Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per penumpang. Padahal pada hari biasanya hanya mencapai kisaran Rp 10.000 per penumpang.
Seperti diakui Mamat (32) sopir angkot biru jurusan Cikampek - Johar. Dia sengaja mematok tarif angkotnya dengan angka Rp 20.000 per penumpang. Menurut dia tarif yang diberlakukannya itu masih lebih murah ketimbang rekan-rekannya sesama sopir yang mematok tarif hingga Rp 30.000 per penumpang. "Setahun sekali pak, ya hitung-hitung tunjangan hari raya (THR) buat para sopir," ucapnya enteng.
Mamat menambahkan tarif yang dipatoknya juga tidak seberapa dibanding resiko yang ditempuhnya selama mengangkut penumpang lebaran. Apalagi dengan kondisi lalulintas yang masih macet, bisa dapat tiga kali pulang pergi (PP) Johar-Cikampek itu sudah jago. Padahal biasanya bisa sampai belasan kali. otomatis pendapatannya juga berkurang. "Kalau hari biasanya bisa sampai belasan kali pulang pergi (rit) tapi selama lebaran ini tiga kali saja sudah kelelahan karena macetnya," tandasnya.
Karenanya, menurut dia, dengan tarif angkot sebesar yang dikenakannya saat itu hitung-hitung konfersi dari berkurangnya rit trayeknya selama lebaran. "Saling membantulah, sopir membantu calon penumpang yang kembali ke rumahnya dengan selamat dan penumpang membantu menutupi uang setoran sopir," akuinya.
Sementara, Andi (27) sopir angkot jurusan sama juga mengatakan hal serupa. Dia sengaja mematok tarif angkot hingga Rp 30.000 per penumpang itu karena resiko yang ditanggungnya selama lebaran. Selain sepi penumpang juga calon penumpang juga membawa banyak barang bawaaan. "Bukannya menghitung barang bawaan tetapi kita juga kan menjaga agar barang bawaan yang dikemas diatas angkot bisa sampai mengalami  kerusakan," ungkapkan.
Diakui Andi, dia selama arus balik lebaran ini dia lebih banyak mengetem di depan stasiun kereta api Cikampek. Penumpang banyak yang turun tengah malam. Biasanya yang pulang mudik sampainya jam dua malam mesti ada juga yang siang. Namun, baik siang ataupun malam tarifnya sama. "Kita ngetem di depan stasiun tapi ada juga yang di bawah flyover Cikampek. Biasanya kalau naik bus turunnya di depan flyover Cikampek kalau yang naik kereta api di depan stasiunnya," katanya, seraya menambahkan penumpang yang balik ke rumahnya sehabis berlebaran, menurut rata-rata pulang ke arah Telukjambe, meski banyak juga yang ke karawang kota. Trayeknya sendiri tambah Andi berakhir di perempatan Johar.
Sementara Rudi (25) karyawan pabrik di kawasan industri KIM, ditanya soal tingginya tarif yang diberlakukan para sopir mengaku sudah biasa. Lelaki yang membawa satu tas ransel besar dipunggung, satu kardus besar dan tas besar ini mengaku setiap lebaran pulangnya selalu dari stasiun Cikampek, mesti sering juga dari bawa flyover Cikampek bila menumpang bus. "Wajarlah para sopir pasang tarif segitu, ya sama-sama membantu. Saya sendiri terus terang bingung juga dengan bawaan segini banyaknya. Dengan bayar Rp 20.000 tapi saya tidak direpotkan dengan barang bawaan," tutur Rudi, dia mengaku kos di daerah Jatirasa, Karawang Barat. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template