Solahudin Mufti: Musda Golkar Belum Selesai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Solahudin Mufti: Musda Golkar Belum Selesai

Solahudin Mufti: Musda Golkar Belum Selesai

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Juli 2016 | 18.50.00

KARAWANG, RAKA - Pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Karawang yang dihentikan pada Kamis (24/6) lalu, di Hotel Mercure diminta dilanjutkan lagi.
Senior Partai Golkar yang juga mantan wakil bupati era almarhum Bupati Achmad Dadang, H Solahudin Mufti mengatakan, musyawarah daerah harus diteruskan dan menghasilkan kepemimpinan baru. "Saat ini jika beredar rumor sudah ada Ketua DPD pengganti Dadang S Muchtar itu ilegal. Karena musda sendiri belum selesai dan belum ada hasil musda," katanya, Selasa (12/70 kemarin.
Dikatakannya, Musda Golkar harus diselesaikan dengan kembali melanjutkan musda yang sebelum lebaran tertunda. "Musda Golkar harus segera digelar, demi menyelamatkan partai. Jangan sampai Golkar jadi olok-olok masyarakat," jelasnya.
Dia bahkan meminta semua elemen di Golkar untuk bersatu menyelamatkan Golkar Karawang, jangan sampai ada pemaksaan demi melanggengkan kekuasaan individu. "Golkar harus diselamatkan, musda harus diteruskan hasilnya apa. Yang penting dihasilkan dari musda," tegasnya.
Ketua Steering Committee Musda Golkar Karawang Asep Ishak menambahkan, Musda Golkar belum selesai dan tidak mengalami deadlock. Karena berdasarkan aturan jika terjadi deadlock, maka kewenangan akan diambil alih provinsi. "Untuk Musda Golkar tidak deadlock. Namun kemarin ada penundaan. Dan sekarang harus diteruskan dengan melanjutkan Musda Golkar sesuai juklak 3040/2015 yang mengatur tahapan musda," ungkapnya.
Ditambahkan, Musda Golkar Karawang sendiri baru memasuki tahapan pembahasan tata tertib, belum sampai verifikasi pendaftaran yang dilanjutkan pemilihan Ketua DPD, dengan sebelumnya mendemisionerkan kepengurusan sebelumnya. "Jadi jika hari ini sudah ada Ketua DPD baru itu ilegal. Karena tahapan musda saja baru memasuki pembahasan tata tertib," terangnya.
Ditambahkannya, sebagai partai besar, Golkar harus bisa menunjukkan demokrasi, bukan justru menyelesaikan permasalahan di luar musda. "Kita meminta musda segera digelar, dengan pertimbangan Partai Golkar harus diselamatkan," jelasnya.
Dia juga mengatakan, penyusunan kepengurusan bukan ditentukan pengurus di luar keputusan musda. "Jika hari ini beredar ada pembentukan kepengurusan itu salah besar. Apapun yang dibentuk tanpa dilakukan dalam musda itu ilegal, dan tidak akan menjadi dasar hukum," terangnya.
Seperti diketahui, Musda Golkar yang sempat gaduh dan diwarnai kabar politik uang, itu dipending sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kabarnya, terjadi tarik-menarik antardua kandidat calon ketua, Sri Rahayu Agustina dan Suryana. Namun belakangan, keduanya dipertemukan oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan diambil kesepakatan posisi ketua ditempati Sri Rahayu Agustina, sementara Suryana memegang jabatan sekretaris. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template