Sisi Lain Hari Jadi Purwakarta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sisi Lain Hari Jadi Purwakarta

Sisi Lain Hari Jadi Purwakarta

Written By Mang Raka on Jumat, 22 Juli 2016 | 13.00.00

- Perajin Bambu Kebanjiran Order

PURWAKARTA, RAKA - Peringatan Hari Jadi Purwakarta ke 185 dan Hari Jadi Kabupaten ke 48 ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para perajin bambu. Ini tak lepas dari imbauan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk menghias setiap kantor baik kantor pemerintah, swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kerajinan tangan dari bambu seperti cetok (caping) dan boboko (bakul nasi) dan hihid (kipas). Panitia internal masing-masing kantor tersebut kemudian memesan aneka macam kerajinan bambu langsung ke perajin.
Salah satu pengrajin bambu asal Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Titi (48) mengaku, saat ini ia betul-betul kebanjiran pesanan. Wanita yang sehari-hari membuat alat perlengkapan dapur dari bambu ini, kini mendapat order melimpah sejak bulan lalu. Ia mengatakan, telah mendapat pesanan ribuan kerajinan anyaman bambu yang dipesan dari Purwakarta khusus untuk perayaan Hari Jadi Purwakarta. “Biasanya Mak hanya mengerjakan pesanan keluarga dan tetangga saja. Karena katanya di kota ada peringatan hari jadi, Mak jadi banyak pesanan. Alhamdulillah,” ungkapnya, Kamis (21/7) kemarin.
Untuk memenuhi ribuan pesanan tersebut, bukanlah tanpa kesulitan. Dia mengeluh sulitnya memperoleh bahan baku berupa pohon bambu yang cocok untuk diolah menjadi kerajinan. Tidak hanya itu, keterbatasan akses Mak Titi terhadap alat modern pun menjadi kendala tersendiri. “Cari bambu sekarang sulit, belum lagi alatnya, Mak hanya menggunakan golok dan alat seadanya," kata dia.
Wanita yang sudah 25 tahun bergulat dalam bidang kerajinan bambu ini pun mengapresiasi ide Bupati Purwakarta yang selalu menjadikan bambu sebagai ikon perayaan hari jadi dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, ide tersebut secara langsung berimbas pada omset usahanya yang meningkat tajam sebanyak 10 kali lipat dari biasanya. “Alhamdulillah Pak Bupati ada program ini. Usaha Mak jadi ikut terbantu, biasanya Mak hanya membuat pesanan sebanyak 40 buah sehari, sekarang bisa mencapai 400 buah sehari. Kalau kebanjiran pesanan begini harganya jadi agak naik, bahan baku sedang sulit, Mak juga harus menambah tenaga kuli," paparnya.
Tak hanya perajin, penjual kerajinan bambu juga mendapat berkah. Asep (45), salah satu pemilik toko penjual kerajinan bambu di Jalan Raya Cibogohilir, Kecamatan Plered mengaku, omset penjualan meningkat hingga 70 persen. Pasalnya, dari tiga hari kemarin stok dagangan yang didatangkan dari daerah Cirebon, Subang serta Bandung Barat ini mulai dari capling,bakul nasi, serta kipas laris terjual. "Dengan adanya acara peringatan hari jadi Purwakarta dan hari jadi kabupaten, berkah buat kami barang dagangan mulai habis," ujarnya.
Ia mengaku, para pembeli yang datang tidak hanya dari wilayah Plered saja. Namun, dari Kecamatan Darangdan serta Tegalwaru pun sengaja mampir. Bahkan, mereka memborong paling sedikit 15 barang yang berbeda-beda. Sementara  bakul nasi berukuran sedang menjadi buruan paling laris. Untuk harga, Asep mengaku menjual dengan harga relatif murah. "Seperti untuk harga kipas Rp 25 ribu perlusin, capling persatunya Rp 15 ribu dan bakul nasi Rp 10 ribu, sementarag bakul nasi berukuran kecil yang terbuat dari bambu hitam Rp 15 ribu persatunya," bebernya.
Pahrurozi (26), salah satu staf kantor desa di Kecamatan Plered mengaku, membeli bakul nasi berukuran sedang ke toko ini adalah kali kedua, setelah sebelumnya dua hari kemarin memborong anyaman yang terbuat dari bambu ini sebanyak 20 barang yang berbeda-beda. "Jadi saya datang ke toko ini lagi mau membeli caping karena masih kurang tiga dan bakul nasi dua," pungkasnya. (awk/gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template