Sehari Dirawat, Berat Arya Turun 2 Kg - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Sehari Dirawat, Berat Arya Turun 2 Kg

Sehari Dirawat, Berat Arya Turun 2 Kg

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Juli 2016 | 18.47.00

Perhatian yang ditujukan untuk Arya Permana, bocah 10 tahun dengan berat badan 190 kilogram bukan hanya datang dari tanah air. Media asing pun banyak yang menyoroti tentang kehidupan “berat” Arya. Kini dia telah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung.
Banyak hal menarik seputar kegemukan yang dialami Arya. Salah satunya selama dirawat di RSHS, bocah yang kini putus sekolah karena kegemukan itu ditangani 13 tim medis. Mereka terdiri atas dokter ahli gizi, kejiwaan, dan dokter spesialis.
Direktur Utama RSHS dr Ayi Djembarsari menyatakan, rumah sakit yang dipimpinnya baru kali pertama menangani kasus obesitas ekstrem. Apalagi, bobot Arya mencapai 190 kilogram.  Menurut Ayi, penyelesaian kasus Arya menjadi sangat berharga secara medis. Sebab, ke depan menjadi panduan bagaimana mengatasi masalah kegemukan pada anak. "Kasus ini juga pernah ada di negara lain. Tapi, Arya ini bobotnya melebihi anak di negara tersebut. Jadi, bobot badannya terbesar di dunia bagi anak seusianya,'' kata Ayi di Aula RSHS Bandung.
Tim dokter, lanjut Ayi, akan berusaha menurunkan berat badan Arya dengan cepat dan aman. Jadi tidak berbahaya bagi perkembangannya.
Berat badan normal anak usia 10 tahun seharusnya kurang dari 50 kilogram. "Tapi, ini lebih dari 190 kilogram. Sangat berbahaya," ungkapnya.
Selain tindakan medis, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada orangtua Arya soal pola makan. "Kami akan berikan materi tentang pengurangan kalori, serta diet agar orangtua si anak bisa menerapkannya di rumah setelah selesai perawatan," kata Ayi.
Menurut penuturan sang ibu Rokayah, Arya makan lima kali sehari. Menunya terdiri atas nasi, ikan, daging sapi, sup sayuran, dan tempe dengan porsi makan dua orang dewasa. Menurut Rokayah, anaknya itu terus-menerus lapar. ''Dia punya nafsu makan besar. Bisa menghabiskan porsi makanan dua orang dewasa pada satu waktu,'' katanya.
Sementara itu, berselang satu hari perawatan progres mulai terlihat. Berat badan Arya turun 2 kg. Berat badan Arya mulai turun sedikit setelah mulai menjalani diet. Sang Ayah, Ade Somantri (40) mengaku bersyukur atas kemajuan yang dialami anaknya. Meskipun belum drastis karena baru satu hari dirawat. "Sekarang 188 kilogram," kata Ade. (psn/jp)


Lahir normal
Saat lahir bobot Arya 3,8 kilogram. Artinya, kala itu berat badannya normal sebagaimana bayi-bayi lainnya.

Mulai gemuk saat usia 8 tahun
Kelainan yang dialami Arya mulai terlihat ketika memasuki usia 8 tahun. Saat itu berat badan Arya naik pesat. Hingga menginjak usia 10 tahun berat badannya tidak normal sebagaimana anak-anak lain seusianya. Bahkan, Arya sampai sulit bergerak.

Putus sekolah sejak kelas III SD
Gara-gara bobot badan, Arya tidak mampu berjalan tanpa bantuan. Akibatnya, dia terpaksa putus sekolah pada Februari lalu. Terakhir, Arya duduk di bangku kelas III SD.

Makan lima kali sehari
Arya makan lima kali sehari yang terdiri atas nasi, ikan, daging sapi, sup sayuran, dan tempe dengan porsi makan dua orang dewasa. Menurut ibundanya, Rokayah, anaknya itu terus-menerus lapar.

Kebiasaan lain selain makan dan tidur
Selain makan dan tidur, Arya menghabiskan waktu berjam-jam berendam di kolam.

Orangtua sering cari utangan untuk memberi makan Arya
Ibunda Arya, Rokayah mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi masalah anaknya. Terlebih untuk perawatan medis. Untuk sehari-hari, dia mengatakan kerap meminjam uang.

Konsumsi minuman kemasan manis
Setiap hari Arya konsumsi minuman kemasan manis 20 kotak

Dokter spesialis yang menangani Arya

  • Dokter anak
  • Dokter gizi
  • Dokter kejiwaan
  • Dokter tumbuh kembang
  • Dokter rehabilitasi medik
  • Dokter ortopedi
  • Dokter endokrin
  • Dokter bedah anak
  • Dokter patalogi klinik
  • Dokter radiologi



Anak-anak Berbobot Ekstrem
Amerika Serikat
Jessica Leonard (8), 190 kg

Rusia
Dzhambulat Khatokhov (9), 146 kg

Amerika Serikat
Justin Painter (7), 113 kg

India
Suman Khatun (6), 90,7 kg

Tiongkok
Lu Hao (3), 59 kg


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template