Sarana Tempat Wisata Belum Maksimal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sarana Tempat Wisata Belum Maksimal

Sarana Tempat Wisata Belum Maksimal

Written By Mang Raka on Senin, 11 Juli 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Ketidak cakapan pemerintah Karawang dalam membaca peluang PAD ini keruan saja menjadi pemicu mencuatnya berbagai opini di tengah masyarakat dan pemerhati budaya dan wisata saat ini. Mereka menilai bukan hanya ketidak jelian tetapi juga dari Pemkab sendiri yang terkesan enggan menaruh perhatian kesana. Padahal untuk mengembangkan wisatanya banyak hal bisa dilakukan, termasuk mengoptimalkan sarana dan prasarana pendukung wisata.
Seperti potensi mahasiswa sebagai penyampai informasi efektif, hingga kini sama sekali belum dilirik. Padahal insan akademisi itu amat berpotensi menjadi duta-duta wisata.  "Yang paling murah dan gampang adalah menerima mahasiswa-mahasiswa dari kampus untuk KKN atau kuliah kerja nyata di karawang. Khususnya di daerah-daerah yang punya potensi objek wisata. Belajar dari kota jogja yang saya tempati saat ini, bermodalkan mahasiswa-mahasiswa yang KKN objek wisata yang tadinya tidak terjamah sekarang jadi surga wisata di jogja," ungkap Biran Kusuma pemerhati masalah kebudayaan dan pariwisata belum lama ini.
Biran mencoba menyorotinya dari sisi publikasi. Menurutnya kalau saja keberadaan objek-objek wisata itu dipublikasikan secara serius bukan hal yang tak mungkin jika Karawang akan menjadi daerah tujuan wisata utama. Dia bahkan mencontohkan seperti yang dilakukan pemerintah Yogyakarta. Mereka mengoptimalkan peranan mahasiswa bukan hanya sebagai duta-duta wisata tetapi juga mitra wisata dalam hal menggali potensi-potensi objek wisata bersangkutan. "Cek wisata goa pindul di Jogja, yakinlah Karawang memiliki potensi yang tinggi," ungkap dia.
Tentu saja itupun masih harus mendapat dukungan sarana dan prasarananya. Seperti infrastruktur jalan dan akomodasi pendukung lain. Sebab, biar bagaimanapun kondisi jalan paling berperan untuk menentukan kunjungan wisatawan ke objek wisata bersangkutan. Hal inilah yang diungkapkan Komarudin, aktivis muda Karawang. "Sarana dan prasaranya harus diperbaiki. Akses menuju tempat wisatanya juga harus diperbaiki. Selain objek wisatanya dapat terkelola dengan baik," ujarnya.
Menyinggung kendala yang selama ini dinilai sebagai penghambat pengelolaan objek wisata, komentar-komentar yang disampaikan langsung mengerucut. Mereka menilai keberadaan Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkiprah dalam pengelolaan objek wisata mesti ditertibkan. "Tidak akan optimal, kalau LSM-LSM liarnya belom di tertibkan. Contoh Pantai Tanjungpakis, sampai sekarang masih kacau, banyak LSM yang merasa berkuasa," ucap Deden. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template