Punya Penyakit Jantung, Lolos Tes Kesehatan, TKI Wadas Meninggal di Arab - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Punya Penyakit Jantung, Lolos Tes Kesehatan, TKI Wadas Meninggal di Arab

Punya Penyakit Jantung, Lolos Tes Kesehatan, TKI Wadas Meninggal di Arab

Written By Mang Raka on Kamis, 14 Juli 2016 | 20.33.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kabar duka kembali melanda keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Lemahabang. Kali ini bukan lantaran disiksa majikan atau bunuh diri, tapi karena serangan jantung.
Yayan Mulyana (45), warga Dusun Balongsari RT 02/05, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, belum lama bekerja sebagai sopir di Arab Saudi. Namun penyakit jantung yang dideritanya ternyata berakibat fatal.
Peristiwa itu sontak membuat istrinya, Tarmi kaget. Ayah empat orang anak itu dikabarkan sudah meninggal 21 hari yang lalu. Padahal yang ia ketahui, sebelum diterima bekerja di Arab Saudi, suaminya lolos tes kesehatan di Lampung. "Jalurnya resmi lewat PT. Tapi gak tahu PT apa. Ke sana (Arab Saudi) lewat calling visa buat kerja di majikan baru sih," ungkapnya kepada Radar Karawang, Rabu (13/7) kemarin.
Kaur Trantib Desa Pulokalapa Dedi Rusdi mengatakan, menurut identitas lamanya, Yayan Mulyana adalah warga Sukabumi yang kebetulan tinggal bersama istrinya di Dusun Balongsari RT 02/05, Desa Pulokalapa. TKI yang berangkat lewat calling visa itu, dikabarkan meninggal karena serangan jantung sekitar 21 hari yang lalu. Majikan lamanya terus Dedi, mengabari keluarganya di Pulokalapa bahwa Yayan meninggal. Dan memohon kesediaan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Arab Saudi, karena sulitnya mengurusi pemulangan jenazah.
Perusahaan penyalurnya diakui Dedi tidak jelas. Ia mencontohkan, meski Yayan memiliki riwayat penyakit jantung, tapi bisa lolos saat cek kesehatan. "Ke desa tidak ada laporan sebelum keberangkatan. Di kampung juga ada riwayat jantung, tapi kok bisa lolos saja ke sana," ungkapnya.
Kaur Kesra Desa Pulokalapa Enjang menuturkan, istri Yayan sebelumnya meminta agar pihak perusahaan dan Pemerintah Arab Saudi memulangkan jenazah suaminya, agar dimakamkan di kampung. Di sisi lain, keluarga Yayan dari Sukabumi meminta menyudahi saja agar jenazahnya tetap dikuburkan di Arab Saudi. Alhasil, Senin (11/7) kemarin, semuanya sudah sepakat bahwa keluarga besar bersedia jenazah Yayan dimakamkan di Arab Saudi. Itu dibuktikan melalui surat pernyataan di atas materai, yang dibuatkan oleh pemerintah desa bersama keluarganya. Surat itu lalu dikirim melalui email ke perusahaan penyalurnya, untuk kemudian diteruskan ke Kedutaan Besar RI di Arab Saudi. "Keluarga sudah mempersilahkan jenazah Yayan dimakamkan di Arab Saudi. Sudah ada kesepakatan keluarga lewat pernyataan yang kami kirimkan lewat email," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Karawang Didin Sakri Chaerudin mengatakan, calling visa yang digunakan Yayan ilegal. Ia memperkirakan TKI tersebut menggunakan visa turis saat berangkat ke Arab Saudi. Pasalnya, hingga kini pemerintah masih melarang TKI bekerja di wilayah Timur Tengah. "Saya pikir ini jalur tidak resmi. Sejak 2015 moratorium pengiriman pembantu ke Timur Tengah distop," ujarnya. (rud)

Jeratan Mafia Buruh Migran
Melibatkan agen perseorangan atau calo yang melakukan kontak langsung dengan sumber di luar negeri yang membutuhkan tenaga kerja. Negara tujuan TKI melalui jalur ini adalah Malaysia, Arab Saudi, Taiwan, Korea, Singapura dan Tiongkok.

Seputar Calling Visa
Majikan menguruskan visa dari kantor imigrasi negara asing yang akan dikirim, atau klarifikasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia oleh petugas imigrasi. Selanjutnya orang Indonesia tinggal membayar untuk mendapatkan visa tersebut.


TKI Wadas Meninggal di Arab Saudi
Emas Samah binti Ciung (40) warga Dusun Badama RT 03/08, Desa Karyamukti.
Yayan Mulyana (45), warga Dusun Balongsari RT 02/05, Desa Pulokalapa

Jenazah TKI Karawang yang Telantar
Nurhela
Warga Kecamatan Banyusari
Jenazah dibiarkan telantar di Yordania

Imas Nurbaeti
Warga Desa Jatibaru, Kecamatan Jatisari
Jenazah dibiarkan di Arab Saudi

Uun Maryani
Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya
Dikabarkan meninggal di Hayel Riyadh sejak tahun 2012


Aliran Devisa TKI ke Pemkab Karawang
Tahun 2012
Rp 340 miliar

Tahun 2013
Rp 450 miliar

Tahun 2014
Rp 315 miliar
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template