Posyandu Diminta Optimalkan Pelayanan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Posyandu Diminta Optimalkan Pelayanan

Posyandu Diminta Optimalkan Pelayanan

Written By Mang Raka on Rabu, 20 Juli 2016 | 15.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Praktisi kesehatan Rengasdengklok, Mutiara Herawati mengatakan, jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kecamatan Rengasdengklok masih sedikit. Padahal, keberadaan posyandu sangat penting untuk membantu meningkatkan taraf kesehatan warga.
"Memang kalau dijumlahkan semuanya boleh dikatakan minim. Dari jumlah beberapa desa itu masih diperlukan penambahan posyandu," kata dia mengakui.
Hanya saja, selama ini, perlu digalakan tingkat kesadaran masyakarat dan pengusaha, agar memahami arti penting posyandu. "Misalkan dari perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Barangkali memang ada kesempatan untuk membangun posyandu di desa-desa, kenapa tidak," tambahnya lagi.
Selain soal pembangunan fisik posyandu, juga menyangkut kelengkapan dan bantuan lainnya yang berkaitan erat dengan peningkatakan mutu posyandu. "Hal itu bisa dicapai dengan menambah jumlah bantuan khusus bagi posyandu. Agar kedepan, baik itu peningkatan SDM, ataupun sarana dan prasarana menjadi lebih baik," kata Mutiara.
Selain bantuan pemerintah, pihak swasta dalam hal ini perusahaan juga berpengaruh besar serta membantu eksistensi keberadaan posyandu. "Saya mengajak kepada mereka agar bersama-sama membantu posyandu yang ada di Dengklok ini," serunya mengajak.
Sementara itu, Lita Triana Kemalawati, pemerhati kesehatan anak meminta agar posyandu, sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat bisa mengoptimalkan kembali fungsi penyuluhan atau pemberi informasi kesehatan.
Lita menilai, belakangan ini, fungsi utama dari puskesmas tidak berjalan dengan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah karena kaderisasi di posyandu tidak berjalan dengan baik. "Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung tidak mau jadi relawan atau kader posyandu. Mereka lebih memilih mencari peruntungan di luar daerah. Akhirnya, yang jadi kader ya, itu-itu saja," ujarnya.
Sebagian besar kader hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Padahal, standar yang diatur oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai Pokja Nasional Posyandu, kader minimal berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Karena tidak ada yang mau, yang jadi kader kebanyakan memang yang sudah belasan, bahkan puluhan tahun. Ada juga yang tidak sampai menamatkan pendidikan dasarnya, sehingga untuk mendapatkan informasi kesehatan terkini, mereka susah menangkapnya, apalagi membaginya ke masyarakat," ujar Lita.
Persoalan ini, menurutnya perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda). Bukan hanya sekadar memberikan insentif yang nilainya kecil, tetapi juga memastikan proses kaderisasi berjalan dengan baik. "Perlu ada kaderisasi setiap 3-4 tahun, sehingga makin banyak masyarakat yang terlibat. Bukan hanya membagikan informasi ke orang lain, tetapi juga bisa menjadi teladan hidup sehat di lingkungannya," pungkas Lita.(fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template