Pokemon Go Dianggap Ancam Keamanan Negara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pokemon Go Dianggap Ancam Keamanan Negara

Pokemon Go Dianggap Ancam Keamanan Negara

Written By Mang Raka on Jumat, 29 Juli 2016 | 21.06.00

KARAWANG, RAKA - Demam Pokemon Go ternyata mendapat perhatian serius dari petinggi militer. Kepala Staf Kodam III Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto menegaskan anggota TNI dilarang ikut-ikutan main Pokemon Go.
"Tidak boleh. Jika ada akan ditindak tegas," ungkapnya saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Imbangan VVIP KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 yang akan berlangsung di Jakarta pada 2-4 Agustus 2016 mendatang, di halaman Kodim Karawang, Kamis (28/7).
Menurutnya permainan Pokemon Go bukan saja tidak bermanfaat, tapi juga bisa mengancam keamanan negara. "Jelas itu membahayakan permainan Pokemon Go," terangnya.
Ia juga secara langsung melakukan kroscek dan memberikan penjelasan tentang tidak boleh anggota TNI memainkan Pokemon Go di hadapan peserta apel. "Ada yang sudah main Pokemon Go? Coba angkat tangan. Karena kalau ada akan saya jungkalkan," tegasnya.
Sementara itu, anggota Kodim mengakui jangankan untuk bermain, mengetahui caranya dan juga bagaimana memainkan saja tidak tahu. "Kita mah jangankan memainkan, tahu saja permainan tidak," katanya.
Terkait dengan pengamanan WIEF, Karawang sebagai penyangga ibu kota dan merupakan jalur perbatasan Karawang Bekasi, menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pengamanan pasukan. "Kita sebagai bangsa Indonesia harus memberikan jaminan keamanan, meski memang saat ini Indonesia dalam kondisi aman," ungkapnya.
Gelar pasukan ini, kata Wuryanto, untuk mengamankan agenda besar dan penting yang melibatkan peserta dari negara OKI. "Ini pertaruhan Indonesia. Dan Karawang yang secara langsung berdekatan dengan Jakarta, menjadi salah satu kota yang dilakukan gelar pasukan ini," jelasnya.
Terkait pengamanan, mulai 31 Juli-5 Agustus, akan dikerahkan sekitar 200 personel TNI, didalamnya baik Kodim ataupun pasukan Armed serta didukung Polres, Satpol PP dan lainnya. "Karawang akan menjadi kota yang juga terlibat dalam pengamanan WIEF, yang akan dimulai 31 Juli hingga 5 Agustus," terangnya.
Saat diminta keterangan wilayah mana di Karawang yang termasuk zona merah, ia menyebutkan, Cikampek dan Klari akan sedikit berbeda dalam hal penanganan. "Mungkin saja ada kelompok yang ingin memalukan Indonesia di mata dunia. Untuk itu Karawang yang memang sempat ditemukan ada sekolompok garis keras di Cikampek dan Klari," ungkapnya. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template