Pendatang Dirazia di Terminal Klari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pendatang Dirazia di Terminal Klari

Pendatang Dirazia di Terminal Klari

Written By Mang Raka on Kamis, 14 Juli 2016 | 20.33.00

- Ada yang Menetap 23 Tahun Tanpa KTP Karawang

KARAWANG, RAKA - Ada yang tidak biasa terjadi di Terminal Klari, Rabu (13/7) pagi. Pemudik yang baru pulang dari kampung halaman, langsung dirazia oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil), Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Mereka diminta menunjukan identitas. Jika diketahui tidak memiliki KTP Karawang, mereka ditanya soal tujuan dan diminta mengganti domisili jika ingin menetap di Kota Pangkal Perjuangan.
Bahkan, untuk memastikan operasi yustisi berjalan lancar, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana ikut turun tangan. Dari pantauannya, banyak ditemukan pendatang yang belum memiliki KTP Karawang. "Ada yang tinggal di Karawang 23 tahun, tapi tidak mempunyai KTP Karawang," ujarnya.
Melihat itu, pemkab akan membentuk tim khusus untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. "Akan kita buat tim khusus agar laju pertumbuhan di Karawang bisa dipetakan mulai dari migrasi, kelahiran dan lain-lain," katanya.
Kepala Disdukcatpil Kabupaten Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, sejak Januari hingga 10 Juli 2016 ada sekitar 15 ribu pendatang tinggal di Karawang. Namun masih banyak dari mereka yang belum memiliki KTP Karawang. "Operasi yustisi akan terus dilakukan dari mulai mal, kosan, hingga ke Cikampek," ungkapnya.
Ia memprediksikan tahun 2016 jumlah penduduk Kabupaten Karawang bisa mencapai 3,5 juta orang. Sebab, selama Januari-Juli 2016 saja pendatang sudah mencapai sekitar 15 ribu. Sedangkan tahun 2015 jumlah pendatang hanya 14.700 orang. "Tahun ini jumlah pendatang meningkat signifikan," ujarnya.
Membludaknya jumlah pendatang, kata Yudi karena Karawang memiliki daya tarik sebagai kota industri. Selain warga dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, warga DKI Jakarta pun ikut mencari penghidupan di Karawang. "Dari DKI Jakarta saja kami mencatat ada 1.800 orang," tukasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Karawang Aip S Cholil, memprediksi kemacetan akan semakin parah. Ini bisa dilihat di beberapa titik di perkotaan saat pagi dan sore hari. "Untuk mengatasi macet. Saat ini Dishubkominfo hanya sebatas menempatkan personel di tempat kemacetan. Untuk jangka menengah bagaimana mengatasi kemacetan baru sebatas itu," ungkapnya. (dri/ops/ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template