Pemkab Malas Minta Dana Perbaikan Sungai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Malas Minta Dana Perbaikan Sungai

Pemkab Malas Minta Dana Perbaikan Sungai

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 Juli 2016 | 13.00.00

*Petani Ramai-ramai Datangi Rumah Dinas Wabup

KARAWANG, RAKA - Krisis air yang melanda 450 hektar lahan pertanian sejak delapan tahun terakhir di empat desa di Kecamatan Banyusari memaksa petani di kecamatan itu mendatangi rumah dinas wakil bupati, Jumat (15/7). Mereka mendesak supaya pemerintah daerah memperhatikan nasib petani disana.

Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari yang kerap disapa Jimmy, terkait itu, tidak menyangkal kondisi buruk irigasi-irigasi di Karawang, termasuk irigasi Tarum Timur yang melintasi Kecamatan Banyusari. Menurut wabup sedikitnya 1250 kilometer irigasi di Karawang perlu dikeruk dan diperlebar untuk memberikan suplai air yang cukup terhadap lahan pertanian. "Ini memang permasalahan setiap tahun. Kemarin saya sudah sidak ke Dinas Pertanian, untuk segera mengajukan permohonan perbaikan irigasi kepada pemerintah pusat," ucapnya.
Wabup menyebutkan wewenang perbaikan irigasi berada di tiga instansi, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta II (PJT) dan Pemerintah Daerah. "Untuk langkah cepatnya kita akan survei kelapangan kepada petani di wilayah tersebut wewenang siapa irigasi itu, setelah itu kita akan koordinasikan jika memang bukan wewenang daerah," ucapnya.
Permasalah wewenang ini menurutnya bukan problem besar, asalkan pemerintah daerah mau melakukan koordinasi dengan BBWS dan PJT2 ataupun sebaliknya. Sedangkan, untuk kebutuhan petani di Karawang, Ahmad mengatakan hanya ada 3 poin yang harus dipenuhi diantaranya adalah suplai air, infrastruktur yang baik dan harga gabah yang sesuai dengan standar. "Kalau dilihat tiga poin ini sangat penting untuk para petani di Karawang, sehingga pendataan dari dinas terkait akan kita tekankan jangan sampai data bodong yang diberikan kepada saya," ucapnya.
Dia menyebutkan dari 1250 kilometer irigasi yang rusak pemerintah daerah hanya mampu menganggarkan Rp 50 miliar setiap tahunnya. "Kita butuh Rp 250 miliar setiap tahunnya, makanya saya suruh Dinas Pertanian untuk mengajukan perbaikan kepada pemerintah pusat dibandingkan traktor yang sifatnya hanya menguntungkan perorangan dan kurang tepat," kata dia.
Sementara untuk jalan, pihaknya akan mengoptimalkan anggaran dana desa dan CsR sebagai tambahan perbaikan infrastruktur. "Saya yakin ketika irigasi dan infrastrukturnya baik, harga gabah di para petani akan sesuai," pungkasnya.
Secara terpisah, Nalim petani asal Desa Cicinde Utara mengutarakan ada sekitar 450 hektar sawah tidak terairi di musim kemarau setiap tahunnya sejak 2008, ini akibat tanggul jebol yang hanya ditutup karung tiap tahunnya," ungkapnya.
Nalim menyebutkan irigasi tersebut merupakan yang mangairi sawah disepanjang Kecamatan Banyusari. Akibat tanggul sebelah timur rusak, air irigasi tidak sampai di empat desa yakni Desa Cicinde Utara, Cicinde Selatan, Jayamukti dan Pamekaran. Permasalahan air ini menjadi permasalahan klasik setiap tahunnya yang dihadapi petani setempat, kondisi irigasi yang awalnya selebar 5 meter dan sedalam 3 meter kini mengalami sedimentasi. "Sekarang lebarnya hanya 2,5 meter dan dalamnya juga cuma hanya 1 meter," ujarnya.
Hal serupa pun disampaikan oleh  Sudrajat kekurangan air ini menyebabkan turunnya produktifitas gabah hingga 50 persen. "Bukan kurang air justru gak ada air, biasanya dalam 1 hektar kita dapat 7 ton, tapi dalam beberapa tahun ini hanya dapat 4 ton," kata dia.
Menurut Sudrajat, pencemaran limbah pembuatan bandeng pun membuat kualitas air sawah berbau tidak sedap. "Bahkan kita sebut daerah persawahan kita sebagai kali hangit saking baunya," tuturnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template