Pedagang Cilamaya Dipungli Listrik Rp 500 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pedagang Cilamaya Dipungli Listrik Rp 500 Ribu

Pedagang Cilamaya Dipungli Listrik Rp 500 Ribu

Written By Mang Raka on Senin, 25 Juli 2016 | 19.11.00

-Di Kios Sementara

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sudah jatuh tertimpa tangga. Adagium itu sedang dirasakan oleh para pedagang Pasar Cilamaya. Tidak cukup kiosnya terbakar, baru-baru ini mereka dimintai Rp 500 ribu untuk pemasangan listrik.
Bukan hanya itu, angin surga yang sempat dilontarkan oleh Ketua Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Karno terkait bantuan dari Pemkab Karawang Rp 4-5 juta per kios, ternyata tidak jelas kebenarannya.
Pedagang pisang di Pasar Cilamaya, Anton mengatakan, IPPC terkesan mencari peluang usai peristiwa kebakaran. Selain terus meyakinkan pedagang jika revitalisasi pasar akan dilakukan dua tahun kedepan, para pedagang juga diminta Rp 500 ribu untuk pemasangan listrik. Padahal kata Anton, saat dirinya menanyakan biaya Kwh baru kepada petugas PLN, ternyata gratis. "Ada indikasi raup keuntungan. Toh pasang listrik saja kita dimintai uang Rp 500 ribu. Darimana logika IPPC yang berseloroh kios bisa dibantu pemkab untuk penambahan modal dan material kios?" ujarnya kepada Radar Karawang, Minggu (24/7) kemarin.
Senada dikatakan pedagang pakaian Pasar Cilamaya, Karyana, menurutnya kepastian waktu revitalisasi Pasar Cilamaya belum jelas. Tapi IPPC sudah mendahului pemkab, jika pasar yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka ini, bakal dibangun 2-3 tahun lagi. "Sampai-sampai, keluar kebijakan bahwa pedagang diminta bangun kios mandiri terlebih dahulu," katanya.
Seharusnya tambah Karyana, jika ingin dibangun, kebijakan IPPC tidak boleh setengah-setengah. Karena pedagang tidak mau rugi dua kali jika sewaktu-waktu keluar kebijakan prioritas. "Jangan lihat yang gak kebakar dong. Tapi yang terbakar ini meminta agar pembangunan dipercepat. Kita gak mau rugi dua kali, IPPC jangan terus bohongi para pedagang," ungkapnya.
Hal yang membuanya risih dari IPPC, kata Karyana, adalah menjanjikan bantuan Rp 4-5 juta per kios sebagai pengganti modal. Padahal Pemkab Karawang belum pasti akan memberikan bantuan tersebut. "Saya sempat menanyakan langsung ke Disperindag, tapi sama sekali tidak ada bantuan semacam itu dari bupati maupun dinas," tuturnya.  
Ketua IPPC Karno mengatakan, revitalisasi pasar akan tetap dilakukan 2-3 tahun lagi, walaupun tidak ada peristiwa kebakaran. Karena rencana tersebut sesuai arahan dari bupati. "Dengan dan tanpa ada musibah kebakaran, revitalisasi tetap melalui tahapan demi kondusifitas pasar. Baik sosialisasi, sertifikasi, sampai dengan tender sekalipun. Ini sudah disepakati pedagang dalam musyawarah, dan tindaklanjut dari pernyataan bupati," ujarnya.
Sementara soal kutipan listrik, dirinya menepis anggapan bahwa IPPC memungut Rp 500 ribu. Dua hari setelah kebakaran, kata Karno, pihaknya meminta Disperindag sampai PLN agar aliran listrik segera dipasang kembali. Namun karena peralatan yang berstandar SNI seperti kabel langka, dan instalasi listrik menelan biaya, maka disepakati setiap pedagang harus membayar. "Instalasi listrik kan ada biaya uang makan atau transport untuk jasa pemasangan. Sabtu pekan lalu dimusyawarahkan, dan disepakati Rp 400 ribuan bukan Rp 500 ribu (per kios)," ungkapnya.
Ia melanjutkan, pemasangan listrik juga instruksi bupati agar aktivitas pasar kembali hidup. "Boro-boro memikirkan fee, yang ada adalah ingin segera menormalkan aktivitas pasar terlebih dulu," tandasnya.
Disinggung bantuan dari Pemkab Karawang Rp 4-5 juta per kios, Karno membenarkannya. Tapi menurutnya itu masih sebatas ajuan. Baginya, tudingan-tudingan ini seperti memperkeruh suasana pedagang, yang sebenarnya sudah kembali normal. Ia berharap, pedagang apapun dan siapapun yang mengeluh kepada IPPC, dijanjikannya akan diakomodir. "Saya sudah berupaya keras mendatangi dinas, bupati dan pihak-pihak yang berkepentingan agar pasar Cilamaya kondusif," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template