Pangkas Ranting Pohon, Tewas Kena Setrum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pangkas Ranting Pohon, Tewas Kena Setrum

Pangkas Ranting Pohon, Tewas Kena Setrum

Written By Mang Raka on Selasa, 26 Juli 2016 | 17.54.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Terbiasa memangkas ranting kayu pohon yang dibelinya, membuat Ecang (40) warga Dusun Gedangmanggala, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, menganggap remeh bahaya yang mengintai.
Pasalnya, ranting pohon nangka basah yang menempel di kabel listrik tegangan tinggi, menjadi awal malapetaka bagi Ecang. Ia tewas seketika karena menarik ranting yang teraliri listrik dari kabel tersebut. Sejurus kemudian tubuh Ecang lunglai, lalu ambruk dari pohon setinggi 8 meteran di Dusun Selang II RT 13/04 Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang, sekitar pukul 08.30 WIB, Minggu (24/7) kemarin.
Warga Selang II, Yayan Sopyan mengatakan, korban tengah menebas ranting-ranting pohon nangka dengan ketinggian sampai menyentuh kabel listrik. Satu ranting yang menghalangi kabel berhasil dipotong Ecang. Tapi ranting itu tidak langsung jatuh ke tanah, tapi menempel di kabel listrik. Seketika korban langsung menarik hasil tebasannya. Namun yang terjadi justru aliran listrik menjalar ke tubuhnya, yang kemungkinan ranting-ranting berdiameter 10-30 centimeter itu basah, setelah sebelumnya diguyur hujan di malam hari. "Lagi menebas ranting pohon nangka, kesetrum di atas langsung tersungkur dan meninggal di tempat," katanya kepada Radar Karawang.
Mantan Sekdes Ciwaringin, Abdul Fatah mengatakan, pohon nangka yang ditebas korban merupakan pohon di lahan kebun milik RT Parman. Encang sebut Fatah, memang biasa kuli kebun dan sering membeli ranting-ranting kayu bakar. Menurut para saksi, Encang naik ke atas pohon sambil membawa perkakas seperti gergaji dan golok. "Gergaji disimpan di dahan lainnya, satu golok digunakannya memotong dahan dan ranting pohon nangka. Kebetulan juga ada beberapa dahan yang bercabang menjepit kabel sutet," tuturnya.
Sebenarnya tambah Fatah, Encang sudah berhasil menebas dahannya. Namun karena masih nyangkut di kabel listrik, akhirnya dengan tangan telanjang Encang menggenggam dan menariknya. Sontak aliran listrik menyengatnya hingga membuat sekujur tubuh Ecang lemas, dan meninggal di atas pohon sampai tersungkur ke bawah coran. Kemungkinan sebut Fatah, kondisi kayu-kayu yang masih basah, membuat kayu tersebut menjadi isolator yang mengantarkan aliran listrik ke tubuhnya. "Daun dan rantingnya saja sempat nampak berasap sih. Ya kemungkinan sudah meninggal di atas pohon juga," ungkapnya.
Kejadian ini tambahnya, menambah daftar panjang kematian akibat tersetrum aliran listrik di Ciwaringin. Karena terhitung 5 tahun terakhir, sudah ada sekitar 5 orang tewas akibat aliran listrik di desa ini. "Di Ciwaringin mah berarti ini kejadian kelima kalinya. Selain dipatok ular dan tersambar petir," ungkapnya.
Kapolsek Lemahabang Aiptu Sunarto membenarkan kematian akibat tegangan listrik di Dusun Selang II RT 11/04, Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang.
Menurutnya, kejadian bermula saat Korban sedang bekerja menebang pohon di TKP bersama temannya. Ketika korban naik ke atas pohon, batang pohon didapati tidak putus dan nempel ke kabel listrik tekanan tinggi. "Korban terkena sengatan listrik hingga meninggal dunia di atas pohon, dan jatuh ke bawah," ungkapnya.
Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan dan dilakukan identifikasi oleh Polres Karawang. "Pohon yang ditebas menempel ke kabel listrik tegangan tinggi, akhirnya korban kesetrum di atas pohon," ungkapnya.
Kasie Trantib Lemahabang Asep Vivar mewanti-wanti masyarakat agar jangan menyepelekan kabel-kabel tegangan tinggi milik PLN. Saat hendak menebas pohon maupun membangun rumah dan perhotelan yang radiusnya dekat dengan kabel sutet, dianjurkan lapor terlebih dahulu ke PLN. Begitu juga saat musim hujan, masyarakat untuk tidak sembarangan menebas pohon yang nyangkut di kabel sutet. Bahkan saat musim kering sekalipun, seharusnya pohon-pohon itu ditebas oleh pihak-pihak yang berwenang, bukan oleh masyarakat biasa. Untuk itu, kewaspadaan ini harus ditingkatkan, agar warga tidak sembarangan menganggap remeh kabel yang aktif tegangan listriknya. "Anjurannya kan kalau mau menebas pohon, menanamnya dan membangun rumah, harus diatur radiusnya karena cukup beresiko," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template