Orangtua Rebutan Bangku - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Orangtua Rebutan Bangku

Orangtua Rebutan Bangku

Written By Mang Raka on Selasa, 19 Juli 2016 | 17.42.00

-Simpan Tas Anak Sehari Sebelum Sekolah

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pengalaman hari pertama sekolah ternyata bukan hanya milik anak kelas 1 SD. Orangtua mereka yang ikut mengantar ke sekolah, juga tidak kalah hebohnya.
Di SDN Ciwulan 1 Kecamatan Telagasari misalnya, saat hari belum terang, para orangtua murid sudah berada di sekolah. Tujuannya bukan sebatas mengantar, tetapi juga memastikan anaknya dapat bangku terdepan. Bahkan, saking khawatirnya, sehari sebelum masuk sekolah, tas para siswa sengaja disimpan di bangku-bangku kelas, sebagai tanda larangan kepada siswa lain menempati bangkunya.
Seorang orangtua/wali murid SDN Ciwulan 1 Kecamatan Telagasari, Tika (35) mengatakan, usai solat subuh sekitar pukul 05.00, bersama anaknya sudah berada di sekolah. Tika beralasan agar anaknya bisa duduk paling depan, karena hari pertama sekolah sering dijadikan rebutan orangtua. "Setidaknya bisa sebangku dengan teman yang dikenal dekat," ujarnya kepada Radar Karawang, Senin (18/7) kemarin.
Ia melanjutkan, ternyata bukan hanya dirinya yang sejak subuh sudah ada di sekolah. Banyak juga orangtua murid yang sudah datang ke sekolah. Itu bukan saja terjadi pada kelas 1, tetapi juga kelas 2 dan 3. "Iya berangkat subuh biar anak saya duduk di depan, agar bisa menyerap pelajaran dengan baik. Setidaknya jika gak kebagian, bisa sebangku dengan temannya yang dekat," ungkapnya.
Fenomena orangtua datang lebih awal juga diakui Kepala SDN Pulojaya 1, Asep Sudana S.Pd. Menurutnya bangku kelas sudah siap sedia, namun tetap saja orangtua rebutan bangku kelas, khususnya yang duduk di depan. Bahkan, saking takutnya, sehari sebelumnya orangtua atau wali murid sudah menyimpan tas anaknya di bangku. "Iya pada takut gak kebagian bangku. Bahkan sampai pasang tas sehari sebelumnya. Bukan hari pertama saja, sebelumnya orangtua bersama anaknya sudah pada mencari tempat duduk," pungkasnya.
Berbeda dengan kondisi hari pertama di SDIT Al Rasyidi Lemahabang. Menurut orangtua siswa, Eva Lady Mustika, pihak sekolah punya formulasi jitu agar semua orangtua membebaskan duduk dimana saja. Karena diyakinkan pihak sekolah, yang hari pertama sekolah duduk di belakang, seminggu bisa didepan, kemudian sebaliknya. Sehingga rebutan bangku di hari pertama itu bisa terkendali. "Kita mah dibebaskan duduk dimana saja. Soalnya seminggu sekali anak-anak digilir depan belakang, jadi efektif aja," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template