Mantan Instruktur Ragu Kurtilas Bisa Sukses - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mantan Instruktur Ragu Kurtilas Bisa Sukses

Mantan Instruktur Ragu Kurtilas Bisa Sukses

Written By Mang Raka on Sabtu, 16 Juli 2016 | 16.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA- Sabtu (16/7) ini, sebanyak 198 SD di Karawang mengakhiri Pelatihan Kurikulum 2013. Namun, jelang diterapkan pada tahun ajaran baru pada Senin lusa, para guru masih pesimis kurikulum yang domain atas sikap dan perilaku siswa itu penerapannya berjalan baik.
Seperti yang dikatakan Guru SDN Kiara II Kecamatan Cilamaya Kulon, Asep Tajarudin S.pd, dirinya masih pesimis Kurtilas ini berjalan sukses lantaran Menteri Pendidikan sendiri bingung dengan metode ini. Terlebih, sekolah yang diporsikan menerapkan Kurtilas tahun ini juga asal acak.
Pasalnya, di setiap kecamatan ada sekolah per wilayah yang disebut Gugus, dari setiap gugus ada Sekolah induk, anehnya, banyak sekolah induk justru dikesampingkan, karena yang diporsikan itu kesannya semaunya pihak UPTD PAUD/SD dan Pengawas sebagai eksekutornya.
Dirinya sebut Asep, merupakan satu dari 60 Instruktur Nasional (IN) dari Karawang yang sudah ditatar Kurtilas sejak pertama muncul. Tapi semuanya digantikan oleh para pengawas yang saat ini dinamai Instruktur Kabupaten (IKA). Meski demikian, siapapun instrukturnya, Kurtilas masih akan dirasa sulit berjalan mulus jika sarana prasarananya tidak disempurnakan pemerintah. "Sekolah yang ditunjuk itu rata-rata bukan sekolah induk, jadi diambil acak dari gugus, kesannya siapa saja yang mau dan siap," tandas dia.
Juara guru berprestasi ke 4 tingkat kabupaten ini menambahkan, sarana yang harusnya sempurna dalam menyukseskan Kurtilas adalah komputerisasi, alat-alat printer dan sara lainnya. Di lain sisi, Guru Sasaran (GS) yang dilatih juga kadang-kadang mayoritas gagap teknologi (Gaptek). Artinya, bagaimana komupterisasi bisa lancarkan kurtilas jika gurunya sendiri Gaptek. Tidak itu saja, kadang-kadang, buku Kurtilas yang semestinya sudah lengkap di awal belajar tahun ajaran, justru hanya berupa draft yang bikin repot guru untuk mengambil referensi.
Jangan sampai, kata dia, guru dan kepsek yang sudah ditatar malah kena rotasi yang akan penataran ini sia-sia dan harus mulai semuanya dari nol. Ia berharap, Kurtilas yang juga diterapkan di SDN Kiara II bisa berjalan baik, betapapun melihat kondisi yang ada dirinya masih pesimis bisa berjalan sukses. "Bagaimana kalau gurunya gaptek, sementtra tugasnya akan banyak di komputerisasi misalnya?" tanya Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Cilamaya Kulon ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template