Kementerian Pertanian Turun Tangan di Tempuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kementerian Pertanian Turun Tangan di Tempuran

Kementerian Pertanian Turun Tangan di Tempuran

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 Juli 2016 | 12.00.00

-Terlambat Tanam Bisa Ganggu Produksi Beras Nasional

TEMPURAN, RAKA - Beberapa sawah di Kecamatan Tempuran tidak bisa dipungkiri terlambat tanam usai panen belum lama ini. Setelah Kementrian Pertanian bahkan sampai mendesak agar sawah-sawah di kecamatan ini segera tanam.
Kepala UPTD Pertanian Tempuran, Yadi mengakui bahwa keterlambatan tanam berdampak pada keberlangsungan stabilitas pangan nasional. Dikatakannya, keterlambatan tanam secara politis akan berdampak dan mempengaruhi kuota impor beras yang diakibatkan kelangkaan. Jika ini terjadi maka diyakininya bakal menggerus petani domestik baik soal harga maupun serapan gabah. Untuk itu, guna memastikan jadwal tanam tidak ada yang melebihi bulan September, pihaknya bersama penyuluh mengupayakan ikut serta dalam minggon di desa-desa untuk menjamin jadwal kemunduran tanam ini tidak terus berlarut.
Soalnya, di Karawang infrastruktur pengairan tersedia cukup lancar. Tinggal pihaknya bersama anggota Korammil dan penyuluh melakukan monitoring agar yang digolongan air hulu ke hilir ini masa tanamnya terkejar. Walhasil diakui Edi, ia sangat mengapresiasi, karena banyak diantara sawah-sawah di Tempuran yang sudah mulai semai dan selesai pengolahan lahan. "Jangan lebih dari bulan September, karena terlambat tanam ini akan mempengaruhi kebijakan impor beras," jelas dia.
Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Karawang Jamaludin Akbar mengatakan mundurnya jadwal tanam, jelas bisa memengaruhi produksi. Karena itu, pemerintah biasanya tidak memiliki rencana untuk replanting atau penanaman ulang. Biasanya, replanting dilakukan jika gagal panen.
Diharapkan, pengaruh tanam mundur ini tidak menyumbang persoalan pada target produksi gabah. Sinergitas antara pemerintah, pengairan dan petani bisa memperlancar tanam tepat waktu. Jika pun terlambat, tidak dengan jeda yang lama. Sebab bila terlalu lama akan mempengaruhi siklus hama yang berefek buruk pada tanaman padi, baik di masa pertumbuhan, maupun generatif dan vegetatif. "Pengaruh sih ada, tapi semoga pemerintah sigap atas persoalan ini," harap dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template