Kasus Dugaan PHK Sepihak Masuk Sidang Kelima - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kasus Dugaan PHK Sepihak Masuk Sidang Kelima

Kasus Dugaan PHK Sepihak Masuk Sidang Kelima

Written By Mang Raka on Kamis, 21 Juli 2016 | 15.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta geruduk kantor Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta, Rabu (20/7). Kedatangan buruh metal ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap rekan-rekan mereka dalam persidangan kasus PHK sepihak oleh PT. IMC Tekno Indonesia yang beralamat di kawasan industri Kota Bukit Indah City (BIC) Bungursari.
"Hari memasuki masa persidangan yang kelima, kita berikan dukungan moril kepada kawan-kawan kita yang sedang memperjuangkan hak-haknya. Nasib 107 orang kawan-kawan kita ditentukan di pengadilan ini," kata Ketua FSPMI Purwakarta, Fuad BM.
Fuad menuding, secara sengaja PT IMC Tekno Indonesia telah melanggar UU Ketenagakerjaan. Termasuk sengaja melakukan PHK masal terhadap tenaga kerja yang ikut aktif dan bernaung dalam wadah serikat pekerja. "Untuk itu kami minta pihak berwenang menegakan dan dan menjalankan UU Nomor 21 Tahun 2000 terutama terhadap pelanggaran Pasal 28 junto Pasal 43," jelasnya.
Dia merincikan, dari 107 orang anggota serikat pekerja yang kehilangan mata pencahariannya diantaranya adalah 48 orang di PHK sepihak, 18 orang di rumahkan karena dianggap tidak produktif dan 39 orang dilarang bekerja tanpa alasan oleh perusahaan tersebut. Jika melihat semua bukti-bukti dan segala hal yang terjadi dalam kasus ini, kuat dugaan pihak perusahaan secara terencana berniat untuk melakukan pemberangusan serikat pekerja dalam hal ini PUK SPAMK FSPMI PT IMC Tekno Indonesia. "PUK SPAMK FSPMI PT IMC Tekno Indonesia bersama dengan jajaran FSPMI diatasnya sejak 2015 telah melakukan berbagai upaya baik litigasi maupun non-litigasi untuk menyelesaikan kasus ini. Namun sifat tak bersahabat yang ditunjukkan oleh perusahaan menjadi kendala utama serikat pekerja untuk menyelesaikan permasalahan, nyawa 107 pekerja beserta keluarganya tersebut," paparnya.
Jika kita menengok kebelakang, lanjut Fuad, sebelumnya kita telah melakukan proses litigasi kurang lebih setahun lamanya, akan tetapi tidak terlihat itikad yang baik dari perusahaan dimaksud. "Akhirnya pada Mei 2016 ini, FSPMI memejahijaukan jajaran manajemen PT. IMC Tekno Indonesia yang diduga berperan aktif dalam usaha pemberangusan serikat pekerja (union busting) di perusahaan itu. Sidang pertama telah dilaksanakan pada 25 Mei 2016 lalu, kini memasuki persidangan yang kelima," pungkasnya. (awk)

Anggota serikat kehilangan pekerjaan
- 48 orang di PHK sepihak
- 18 orang di rumahkan karena dianggap tidak produktif
- 39 orang dilarang bekerja tanpa alasan oleh perusahaan
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template