Karawang Terbuka Bagi Pendatang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karawang Terbuka Bagi Pendatang

Karawang Terbuka Bagi Pendatang

Written By Mang Raka on Selasa, 19 Juli 2016 | 14.00.00

*Yudi Yudiawan: Banyak yang Jualan Pecel Lele

KARAWANG, RAKA - Karawang terbuka bagi warga pendatang untuk mengadu nasib. Namun, kedatangan mereka harus dilengkapi dokumen lengkap sebagai keterangan untuk bahan administrasi sebelum mendapatkan dokumen kependudukan di daerah tujuan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Yudi Yudiawan, mengatakan itu, Senin (18/7). Menurutnya, kedatangan pendatang ke Karawang memang tidak bisa dibendung. Karena kalau dilarang akan bertentangan dengan amanat undang-undang. "Kami hanya bertugas untuk mengurusi administrasi kependudukan. Tapi, memang pimpinan kami tidak membatasi para pendatang untuk datang ke Karawang," kata Yudi.
Dijelaskan, Sejak Januari sampai Juli 2016 ini, Disdukcapil Karawang sudah mencatat tidak kurang dari 15 ribu warga pendatang baru di Karawang. Angka tersebut diprediksikan akan terus bertambah. "Kami hanya menekankan agar warga pendatang mempunyai berkas kependudukan Karawang. Itu saja," tegas Yudi.
Untuk memuluskan rencananya, saat ini Disdukcapil sedang rajin-rajinnya menggelar operasi KTP kepada warga pendatang, dari mulai terminal hingga ke tempat kos-kosan yang dijadikan tempat tinggal para pendatang. "Bagi yang tidak melengkapi administrasi kependudukannya selama dua tahun, kami akan berikan sanksi," timpalnya.
Dikatakan, umumnya serbuan pendatang ke Karawang adalah untuk bekerja di sektor industri manfacturing dengan banyaknya pabrik di kawasan industri dan zona industri. Namun, dalam beberapa tahun ke belakang ini. Para pendatang juga mengambil peluang dengan menjadi pedagang kaki lima di pinggir-pinggir jalan protokol dengan berjualan makanan seperti depot pecel lele dan nasi goreng.
Keberadaan pendatang sebagai pedagang kaki lima itu tidak hanya memadati wilayah perkotaan. Seiring perkembangannya mereka juga mulai merangsek ke wilayah pedalaman ng mempunyai prospek usaha bagus. Berbeda dengan daerah tujuan urbanisasi lainnya, Pemkab Karawang sangat terbuka untuk warga pendatang. Karena, di DKI Jakarta saja para pendatang dituntut untuk mempunyai skill (keahlian) agar bisa mendapatkan pekerjaan. Pendatang di DKI Jakarta dilarang membuka usaha kaki lima karena akan mengganggu penataan kota. Pemprov DKI juga sangat melarang bagi warga pendatang untuk membuka gubuk-gubuk liar.
Sementara, Pengamat Sosial, Yusuf Nurwenda yang juga Sekretaris LSM Lodaya Jabar-Banten meminta agar Pemkab Karawang fokus mengatasi permasalahan serbuan pendatang ke Karawang ini. Menurutnya, banyak sekali dampak sosial yang ditimbulkan atas membludaknya para pendatang, khususnya bagi warga lokal Karawang serta terhadap penataan kota. "Kami tidak menyarankan agar membatasi pendatang. Namun, Pemkab harus bisa mengatur agar keberadaan para pendatang itu bisa selaras dengan konsep pembangunan Karawang, terutama untuk penataan kota," kaya Yusuf.
Tidak bisa dipungkiri, dampak sosial sudah terjadi di Karawang. Salah satunya meningkatnya angka kriminalitas. Gesekan sosial juga terjadi antara warga lokal dan pendatang dalam hal mendapatkan lahan pekerjaan di pabrik. Belum lagi, semrawutnya penataan kota akibat banyaknya pedagang kaki lima yang tidak teratur yang membeirkan kontribusi terhadap kemacetan. "Jadi, pemkab jangan membuka pintu seluas-luasnya bagi para pendatang. Minimal buat sebuah aturan agar keberadaan para pendatang ini selaras dengan pembangunan Karawang serta tidak bersinggungan dengan warga lokal," paparnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template