Jambret Berkeliaran di Perempatan Lampu Merah DPRD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jambret Berkeliaran di Perempatan Lampu Merah DPRD

Jambret Berkeliaran di Perempatan Lampu Merah DPRD

Written By Mang Raka on Selasa, 26 Juli 2016 | 15.00.00

KARAWANG,RAKA - Ruas jalan Ahmad Yani hingga Jalan Siliwangi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Karawang yang terhubung dengan Jalan Alternatif dan berujung di Jalan Baru, hingga saat ini rawan penjambretan. Ironisnya, jalur-jalur tersebut merupakan wilayah vital karena merupakan pusat pemerintah Karawang. Selain diujung alternatif sendiri sekarang ini sudah ada pos polisi, namun aksi kejahatan masih tetap terjadi.

Ruas jalan di depan gerbang masuk Pemda Karawang, merupakan satu dari tiga jalur rawan jambret, setelah perempatan lampu merah DPRD. Pelaku yang beraksi di ruas jalan itu tentu saja nekat, terlebih gerbang inipun dijaga non stop oleh petugas Satpol PP. Seperti dilaporkan kepada RAKA, Senin (25/7), dua karyawati menjadi korban penjambretan ketika melintasi ruas jalan itu.
Peristiwa itu sendiri terjadi dini hari di perempatan lampu merah DPRD, Jalan Ahmad Yani. Diperkirakan kedua korban sempat melakukan perlawanan hingga membuat pelaku geram dan menyakiti korban, hingga berakhir dengan tergeletaknya korban di badan jalan dengan tubuh penuh darah.
Peristiwa itu sendiri diketahui setelah Edi Tompel (32) Warga Rengasdengklok yang kebetulan melintas diperempatan lampu merah itu dan menyaksikan ada dua tubuh tergeletak di jalan. Awalnya kedua korban sempat dicurigai sebagai kawanan pelaku aksi kejahatan yang sedang melakukan jebakan. Namun karena curiga Edi mendekat dan menyaksikan kedua perempuan itu tergelak berdarah-darah.
“Saya sehabis nongkrong di caffĂ© di belakang kodim dan rencananya mau pulang ke Dengklok kok melihat ada dua orang tergeletak di tengah jalan. Waktu itu sepi banget. Awalnya sih sempat curiga takut itu jebakan. Waktu saya dekati ternyata dua orang itu bersimbah darah. Kaget, saya balik ke Caffe lagi minta bantuan teman-teman,” beber Edi.
Hal sama juga dialami Elsha, pengendara motor yang sering melintasi ruas jalan tersebut. Kendati tidak sampai menjadi korban namun dia mengaku peristiwa itu membuat shock dan merasa takut untuk mengulang waktu yang sama melintas di jalan itu. Elsha menuturkan modus yang digunakan para penjahat itu adalah pepet, pojok dan rampok.
“Mereka memepet-mepet saya dan memaksa saya menghentikan motor dipojokan stadion. Untung saya sadar mereka penjahat dan langsung tancap gas,” ujar Elsa.
Masih dituturkan Elsha, peristiwa itu terjadi Jumat (20/5) sekitar pukul 22.30 Wib. Ketika itu dirinya juga tengah melintas di perempatan lampu merah DPRD menuju ke arah Ramayana. Dari perempatan itu ia sudah dipepet dan dipaksa berbelok ke stadion mulai dari depan gerbang masuk pemda Karawang. "Pelakunya laki-laki dan seorang diri. Saya sempat ditodong pisau tapi saya langsung ngebut," ujar Elsha.
Kepada RAKA Elsha mengaku traumah terhadap kejadian tersebut dan  memiliki diantar jemput oleh keluarga saat pulang kerja maupun berangkat kerja. Terlebih jam pulang kerja Elsha selalu larut malam. Dikhawatirkan penjahat tersebut penasaran dan sengaja menunggunya di lokasi yang sama. "Saya takut makanya minta antar dan jemput keluarga pergi dan pulang kerja," tutur Elsha seraya berharap ada pengamanan ketat terhadap titik rawan kejahatan di perempatan lampu merah DPRD itu. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template