Jalupang Racuni Warga 5 Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Jalupang Racuni Warga 5 Desa

Jalupang Racuni Warga 5 Desa

Written By Mang Raka on Senin, 25 Juli 2016 | 19.11.00

KOTABARU, RAKA - Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) Jalupang, Kotabaru, dikeluhkan warga sekitar. Keberadaannya mengakibatkan bau tidak sedap, terlebih saat angin berhembus ke arah selatan. Hampir 5 desa di Kecamatan Kotabaru terkena dampaknya.
"Bau sampah sepanjang hari. Apalagi kalau anginnya kencang datang dari arah utara. Siap-siap saja menghirup udara sampah," ujar tokoh masyarakat Kotabaru, Asep Saepudin kepada Radar Karawang, Minggu (24/7).
Menurutnya, keberadaan TPA Jalupang telah banyak merugikan warga Kotabaru. Mulai dari polusi udara, sampai hasil pertanian yang jelek. Areal sawah di sekeliling TPA jalupang kondisinya tidak baik, daunnya keriting. "Merusak pertanian juga. Karena memang disitu lahan teknis (pertanian). Kok bisa proyek pemerintah dibangun di atas lahan teknis," ujarnya.
Dia mengaku sering malu kepada para tamu yang datang ke rumahnya. Karena baunya sangat tidak sedap, bahkan tamu juga sering bertanya-tanya bau apa. Akibat hal tersbeut, tamu yang datang ke rumahnya sangat merasa tidak nyaman. "Warga yang terserang bau sampah ada 5 desa, yaitu Wancimekar, Pucung, Pangulah Baru, Pangulah Utara, dan Pangulah Selatan," ucapnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Yarhadi, mempertanyakan kebijakan pembuatan TPA dari awal. Karena pembangunannya di atas tanah teknis. Yang lebih parah lagi, tiap tahun lahan yang digunakan TPA terus meluas. Meski sebenarnya warga yang memiliki sawah di sekitar TPA yang ingin menjual untuk perluasan. Tetapi tetap saja yang tidak tepat adalah kebijakan pemerintah. Karena sebenarnya tidak ada petani yang hasil sawahnya jelek. "Daripada hasilnya (padi) jelek. Maka lebih baik dijual. Kenapa TPA ini terus beranak-pinak, semakin bertambah luas," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kondisi TPA saat ini juga sudah overload. Sudah menggunung, karena semua sampah di Karawang ditumpukan di Jalupang. Dia meminta agar ada pengkajian ulang atau peninjauan kembali kaitan dengan TPA. "Yang jadi korban kami warga Kotabaru. Terus penganggaran proyek juga selalu bermasalah. Jadi harus segera dicarikan solusinya," tegasnya.
Berdasarkan keterangan dari Puskesmas Kotabaru, penyakit nasofaringitis atau peradangan akibat infeksi virus di saluran pernafasan atas, menjadi penyakit nomor satu yang paling banyak diderita oleh warga. Penyakit ini dipicu oleh cuaca dan asap.
Diketahui, beberapa tahun ini Jalupang memperoleh alokasi anggaran dari APBD sangat besar. Tercatat, pada APBD tahun 2015, total anggaran untuk TPA Jalupang sebesar Rp 23,587 miliar, dengan rincian anggaran untuk IPLT Rp 2,969 miliar, anggaran penataan TPAS Rp 19,939 miliar dan anggaran penurapan sebesar Rp 679,887 juta. Namun hingga saat ini kondisi Jalupang belum ada perubahan signifikan.(zie)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Saya warga pangulah selatan, dan itu benar adanya... saya pun tidak berpikir mengapa hal itu terjadi, ga ada mesin buat mengolah sampah? Sampah datang di buang terus cuman di aduk sama beko gitu doang ga ada cara lain... mohon di buat mesin boiler untuk pembakaran sampah, mesin itu murah cek di alibaba.com... saya seorang engineering di salah satu perusahaan swasta di karawang jadi tahu harga-harga mesin dengan teknologinya dengan melihat spesifikasi mesin tersebut... untuk dana anggaran TPA saya rasa cukup bahkan banyak lebihnya ... mohon untuk dinas karawang, kota kita ini makin maju pesat banyak pendatang tinggal, semakin banyak yang tinggal semakin banyak sampah,,, ga ada yang peduli sampah, mereka di sini cuman mencari rezeki bukan mengurusi sampah... saya sangat kecewa bila hal ini terus berlanjut apa lagi saya tinggal di pangulah asli orang sini. Mohon agar pemda mau berbenah jangan sampai sampah jadi seperti ini. Beli mesin untuk membakar sampah itu uang masih banyak.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template