Harga Daging Masih Mahal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Harga Daging Masih Mahal

Harga Daging Masih Mahal

Written By Mang Raka on Jumat, 01 Juli 2016 | 15.00.00

-Bulog tak Bisa Lepas Tangan

LEMAHABANG, RAKA- Harga daging sapi sejak awal puasa hingga kini mendekati Idul Fitri masih saja melambung tinggi. Menjelang H-6 Idul Fitri, harga daging sapi diprediksi terus melonjak bila tak ada upaya untuk mengendalikan. Sejumlah pasar di Lemahabang, Talagasari dan Cilamaya, harga komoditas ini masih kokokh di kisaran harga Rp 120 ribu perkilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Wadas (35) Titin mengungkapkan harga daging yang dijualnya saat ini masih Rp 120 ribu perkilogram, angka ini tidak berbeda jauh ketika puasa menjelang. Ia juga tak tahu apakah kondisi ini akan berlangsung hingga nanti hari raya atau tidak. Mengingat, sambung dia, permintaan akan daging juga terus meninggi. Biasanya H-3 lebaran harga-harga akan mengalami kenaikan serempak. Baginya, harga yang dipatok Rp 80 ribu perkilogramnya oleh pemerintah sulit diwujudkan. Karena memang proses sejak pemotongan hewan, distribusi dan suplainya juga memerlukan biaya yang tinggi. Bahkan kalau ada warga yang memotong sapi sekalipun, mereka akan menjualnya mengikuti harga pasar. "Sulit kalau Rp 80 ribuan mah, kita kan gak mau rugi juga kang, karena harga pasarannya seperti itu," tandas dia.
Sementara itu, pembeli di sekitaran pasar Lemahabang, Dian (30) mengatakan sejak puasa sampai mendekati Idul Fitri harga daging masih berkutat di kisaran Rp 120 ribu. Baginya yang sudah biasa membeli daging nyaris setiap hari sekitar 2 kilogram karena kebutuhan untuk berjualan sate merasa dirugikan akibat harga yang tak kunjung stabil.
Memang, dia mengakui, ada daging dengan harga dibawah Rp 100 ribuan, tapi itu merupakan kualitas impor yang dibekukan.
Kadang-kadang konsumen bisa membedakan selera dan rasa daging beku dengan yang masih segar. Makanya dia berharap, pemerintah segera melakukan intervensi kebijakan agar harga daging kembali normal di bawah Rp 100 ribuan. "Memang ada juga yang murah, tapi kualitas dan rasanya juga beda, karena rata-rata impor," keluh dia.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Karawang H Unang Sunandang mengatakan selama reses dirinya banyak menerima keluhan terkait harga sembako di pasaran, tanpa kecuali harga daging sapi. Sebenarnya, ada peran Bulog disana, baik operasi pasar maupun pengendalian harga daging yang dijual sesuai harapan pemerintah, murah pun memang rata-rata didominasi daging impor.
Komisi B tidak ada waktu untuk melakukan sidak ke pasar-pasar dalam situasi jelang Idul Fitri. Karena selain disibukan kegiatan reses, sidak juga nyatanya tak mengubah harga daging yang terus meninggi. "Ya Bulog perbanyaklah menggelar operasi pasar murah, kita sudah mepet jika harus sidak, toh pengendalian harga melawan pasar ini diakui kita sangat sulit," ujar legislator ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template