Dilarang Masuk SD Sebelum 7 Tahun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dilarang Masuk SD Sebelum 7 Tahun

Dilarang Masuk SD Sebelum 7 Tahun

Written By Mang Raka on Jumat, 01 Juli 2016 | 16.30.00

-Jika Dipaksakan Bakal Repot

Pendaftaran siswa SD bakal segera dimulai. Sejumlah syarat harus dipenuhi orangtua yang hendak mendaftarkan dirinya masuk sekolah. Seperti Akte kelahiran dan batas usia anak 7 tahun yang diperbolehkan mendaftar.
Dikatakan Kepala UPTD PAUD/SD Lemahabang, Rusta Anzela S.pd para calon siswa yang hendak mendaftar di SD dianjurkan berusia 7 tahun lebih. Itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang sudah lama diberlakukan. Soalnya jika anak masih belum berusia 7 tahun, dikhawatirkan tidak otomatis terdata online dalam data dapodik, sehingga bisa menyulitkan data penerimaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan berkaitan dengan data-data pusat.
Untuk itu, ia harus banyak meyakinkan orangtua wali murid karena mayoritas masih mendaftarkan anak-anak mereka yang usianya belum 7 tahun.
Kekhawatiran lainnya ialah anak didik yang belum cukup umum khawatir tidak tercover BOS lantaran data dapodik kaitan entry data dapodik siswa saat mendaftar tidak bisa dimanipulasi. "Idealnya 7 tahun baru bisa diterima mendaftar. Kalau dibawah itu khawatir datanya tidak masuk dapodik. Bahkan juga Nilai Induk Standar Nasional (NISN) juga tidak bisa muncul," kata pria yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Rawamerta ini.
Lebih jauuh ia menambahkan, usia 6 tahun menurutnya masih perlu mengenyam pendidikan PAUD atau TK karena mereka tidak diwajibkan bisa membaca dan menulis. Jika mereka dipaksa, anak akan mengalami kejenuhan dan menurunkan pola pikir.
Selama mengenyam PAUD dan TK anak-anak dilatih menjadi bagian dari kelompok bermain dan belajar mengenal lingkungan. Sehingga saat berusia 7 tahun sudah matang belajar di SD. Memang menyosialisasikan hal ini bukan perkara mudah. Tapi ia mencoba terus arahkan agar bisa dilakukan. Karena sekolah di SD bukanlah ajang mencari kuantitas, tapi kualitas yang fokus membina sehingga kemampuan dan perilaku anak menjadi terarah. "Mereka harus lampirkan Akte Kelahiran, KK dan lainnya saat masuk," tegas dia menjelaskan. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template